Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney.(Dok. Anadolu)
UNI Eropa dijadwalkan akan mengumumkan rencana penguatan kemitraan strategis dengan Kanada pada Rabu, 19 September mendatang. Langkah ini diambil sebagai upaya kedua belah pihak untuk mempererat hubungan bilateral di tengah dinamika perdagangan global yang kian menantang.
Berdasarkan laporan Bloomberg pada Selasa (8/9), pengumuman aliansi tersebut akan disampaikan langsung oleh Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dalam pidato tahunan "Keadaan Uni Eropa" (State of the European Union). Penguatan hubungan ini mencakup sektor-sektor krusial seperti perdagangan, keamanan, ketahanan rantai pasokan, serta pengelolaan sumber daya mentah kritis.
Agenda Kunjungan PM Mark Carney
Ketua Parlemen Eropa, Roberta Metsola, sebelumnya telah mengonfirmasi kehadiran Perdana Menteri (PM) Kanada, Mark Carney, dalam Sidang Pleno Parlemen Eropa di Strasbourg. Berikut adalah jadwal agenda utama PM Carney di Eropa:
| Rabu, 16 September | Menghadiri Sidang Pleno Parlemen Eropa di Strasbourg. |
| Kamis, 17 September | Menyampaikan pidato di hadapan anggota parlemen Eropa. |
| Rabu, 19 September | Pengumuman resmi kemitraan strategis oleh Ursula von der Leyen. |
Diversifikasi Pasar dan Dampak Perselisihan dengan AS
Langkah Kanada untuk mendekat ke Uni Eropa tidak lepas dari memburuknya hubungan perdagangan dengan Amerika Serikat. Kegagalan negosiasi perdagangan baru-baru ini telah memicu ketegangan diplomatik dan ekonomi yang signifikan.
Perselisihan tersebut berujung pada penerapan tarif timbal balik atas barang senilai 20 miliar dolar AS atau setara dengan Rp351 triliun. Kondisi ini mendorong Pemerintah Kanada untuk secara agresif mendiversifikasi kemitraan internasionalnya guna mengurangi ketergantungan pada pasar AS.
Fokus Utama Kemitraan Baru:
- Perdagangan: Memperluas akses pasar bagi produk kedua wilayah.
- Keamanan: Kolaborasi dalam menghadapi ancaman geopolitik global.
- Rantai Pasok: Memastikan stabilitas distribusi barang industri.
- Sumber Daya Kritis: Kerja sama dalam pengelolaan bahan mentah untuk teknologi masa depan.
Meskipun rencana ini terus dimatangkan, Pemerintah Kanada dilaporkan masih melakukan konsultasi intensif dengan pemerintah provinsi, wilayah, serta perwakilan industri untuk menentukan apakah diperlukan kerangka undang-undang baru guna mengukuhkan aliansi ini. Upaya ini juga dipandang sebagai kompensasi atas fakta bahwa Kanada bukan merupakan anggota blok ekonomi Uni Eropa, namun memiliki kepentingan strategis yang selaras. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-1)


















































