REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis melakukan kunjungan resmi ke Badan Standardisasi Nasional (BSN) pada Rabu (11/2/2026) lalu. Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Malabar, Gedung 2 BSN Lantai 1, Kawasan Sains dan Teknologi (KST) Puspiptek, Tangerang Selatan ini menjadi langkah awal penjajakan kerja sama strategis di bidang standardisasi, pendidikan, serta pengembangan kompetensi mahasiswa dan dosen.
Delegasi UNM dipimpin oleh Arif Hidayat selaku Wakil Rektor II Non-Akademik bersama Muhammad Faisal dan Panggah Muanif. Dari pihak BSN, kunjungan tersebut disambut oleh Arini Widyastuti, Heri Kurniawan, serta jajaran tim Pengembangan Kompetensi dan Kerja Sama BSN.
Dalam pertemuan, kedua pihak membahas berbagai peluang kolaborasi, mulai dari integrasi materi standardisasi ke dalam kurikulum, penyelenggaraan kuliah umum, Training of Trainers (ToT), pengembangan e-learning standardisasi, hingga rencana pembentukan BSN Corner di lingkungan kampus. Selain itu, turut dibahas peluang magang mahasiswa, penelitian tugas akhir, serta sinergi pengembangan UMKM dan implementasi regulasi sektoral berbasis standar.
Arif menyampaikan penjajakan kerja sama ini sejalan dengan komitmen UNM dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pendidikan dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan industri dan regulasi nasional.
“Standardisasi merupakan fondasi penting untuk meningkatkan daya saing lulusan, terutama di bidang Digital Bisnis, teknologi informasi, dan perdagangan global. Sinergi dengan BSN akan memperkaya kurikulum serta membuka akses kompetensi berskala nasional hingga internasional bagi mahasiswa,” ujar Arif dalam rilis yang diterima, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, Arini menyambut positif inisiatif kolaborasi dengan Universitas Nusa Mandiri.
“BSN terbuka untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi dalam sosialisasi dan implementasi standardisasi. Melalui e-learning, kuliah umum, dan program magang, mahasiswa diharapkan memahami peran standar dalam mendukung pembangunan nasional,” katanya.
Salah satu poin strategis yang dibahas adalah pemanfaatan platform e-learning BSN yang dapat diakses gratis oleh mahasiswa UNM setelah kerja sama resmi berjalan.
“BSN juga membuka peluang keterlibatan sebagai juri dalam kompetisi internasional serta dukungan terhadap pengembangan kecerdasan artifisial (AI) dan riset berbasis standardisasi,” kata Arini.
Pertemuan ini turut menegaskan bahwa kerja sama dapat langsung direalisasikan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tanpa harus diawali penandatanganan MoU, sehingga implementasi program dapat berjalan lebih cepat dan fleksibel.
Melalui kunjungan ini, UNM berharap terbangun kolaborasi berkelanjutan dengan BSN yang tidak hanya meningkatkan kompetensi mahasiswa, tetapi juga berkontribusi nyata dalam penguatan ekosistem standardisasi nasional.

1 hour ago
1
















































