Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Tinjau SNT Banyumas: Katalisator Mutu Pendidikan

9 hours ago 1
 Katalisator Mutu Pendidikan Peninjauan langsung ke lokasi SNT di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026).(Dok Kemendikdasmen)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) merupakan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan nasional. Program ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan sekolah unggulan sebagai katalisator bagi ekosistem pendidikan di sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Fajar saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi SNT di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Jumat (31/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wamendikdasmen memantau kesiapan lahan pembangunan, berdialog dengan pihak sekolah, serta memantau jalannya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

"Yang kita lakukan merupakan tindak lanjut mandat Bapak Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Sekolah Nasional Terintegrasi," ujar Fajar.

Target Pembangunan dan Operasional

Fajar menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, kementerian terus memastikan kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendidikan SNT. Untuk SNT Banyumas, kesiapan lahan dinyatakan telah memadai, dan pembangunan fisik ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026.

Secara nasional, pemerintah telah menyiapkan SNT di 37 lokasi pada tahun 2026. Sebanyak 17 di antaranya dijadwalkan mulai beroperasi pada Tahun Ajaran 2026/2027. Target jangka panjang pemerintah ialah menyediakan 500 layanan SNT secara bertahap hingga tahun 2029.

Prestasi Calon Murid Banyumas

Dalam peninjauan tersebut, Fajar juga mengapresiasi kualitas calon murid yang mengikuti Tes Bakat Skolastik. Berdasarkan data sementara, capaian calon murid di Banyumas menunjukkan hasil yang sangat menonjol di tingkat nasional.

  • Jenjang SMP: Menempati peringkat kedua nasional.
  • Jenjang SMA: Menempati peringkat pertama nasional.

"Ini menunjukkan putra-putri Banyumas memiliki kompetensi yang sangat baik. Kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis mereka mencerminkan kekuatan ekosistem pendidikan yang telah tumbuh di daerah ini," tambahnya.

Menghapus Eksklusivitas Sosial

Meskipun dirancang dengan fasilitas dan inovasi pembelajaran yang unggul, Fajar menekankan bahwa SNT tidak boleh menjadi sekolah yang eksklusif secara sosial. SNT harus berfungsi sebagai laboratorium pendidikan yang terbuka bagi sekolah-sekolah lain.

Visi SNT sebagai Pusat Pengimbasan:

SNT didesain sebagai pusat peningkatan kompetensi guru, laboratorium pembelajaran, dan penyedia fasilitas bersama bagi sekolah di sekitarnya agar praktik baik pendidikan dapat tersebar merata.

"SNT boleh unggul secara kualitas, tetapi secara sosial jangan menjadi sekolah eksklusif. Keberadaan SNT bukan untuk berjalan sendiri, tetapi menjadi pusat mutu yang memberi dampak nyata bagi sekolah-sekolah di sekitarnya," tegas Fajar.

Menutup kunjungannya, Wamendikdasmen menyatakan optimismenya bahwa dengan dukungan pemerintah daerah, SNT akan menjadi katalisator utama dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua sebagaimana yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. (RO/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |