Warga menyiapkan sejumlah peralatan untuk menampung air bersih bantuan dari TNI.(MI/Reza Sunarya)
DAMPAK musim kemarau,warga di wilayah RT 03 RW 01 Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, mengalami krisis air bersih dan harus bergantung pada bantuan distribusi air dari pihak lain. Sementara satu-satunya sumur bor yang selama ini mereka gunakan mulai menyusut.
Selama ini warga hanya mengandalkan satu-satunya sumur bor umum untuk memenuhi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK). Debit air mulai minim sehingga memaksa warga harus bergantian.
Tak heran saat bantuan air bersih dari Batalyon TP 940 Jaya Negara sebanyak dua unit kendaraan pemadam kebakaran (damkar) berisi air bersih warga langsung berebut untuk mendapatkan air karena takut tidak kebagian air.
Kedatangan armada penyalur air bersih ini disambut antusias oleh warga. Warga membawa berbagai alat, mulai dari ember, ember cat, hingga puluhan galon kosong disiapkan para warga.
Siti, salah seorang warga yang ikut mengantre, merasa senang dengan adanya bantuan air bersih secara gratis tersebut, sebab kalau harus membeli tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan.
"Tentu senang sekali ada bantuan ini. Soalnya selama ini kami cuma bisa mengandalkan sumur bor secara bergiliran, dan kalau beli air biayanya mahal," kata Siti, Minggu (2/8).
Ketua RT 03, Tahsin, mengungkapkan bahwa krisis air bersih ini melanda belasan Kepala Keluarga di wilayahnya dan kerap menjadi masalah tahunan setiap kali musim kemarau tiba.
"Warga di sini sangat mendambakan bantuan air bersih. Krisis ini sering dirasakan setiap tahun. Selama ini warga hanya bisa memanfaatkan sumur bor bersama yang kapasitasnya sangat terbatas," kata Tahsin.
Warga berharap adanya peran serta pihak terkait untuk membantu krisis air bersih yang terjadi di wilayahnya setip musim kemarau tiba. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Subang hingga saat ini belum memberikan solusi dalam mengatasi krisis air bersih di wilayah tersebut.(RZ/E-4)

















































