Setiap musim panas, warga Estonia membuka halaman rumah dan garasi mereka menjadi kafe untuk menyambut wisatawan. Intip sejarah dan keunikannya!(Eleryn Meister)
SETIAP musim panas, halaman rumah, garasi, hingga jendela kamar tidur warga di seluruh Estonia mendadak berubah menjadi kafe sementara. Tradisi tahunan ini mengundang siapa saja untuk berkunjung, menikmati hidangan rumahan, dan merasakan kehangatan komunitas setempat.
Di pinggiran kota Kehra, misalnya, Heiki Kalvik menyulap kebun belakang rumahnya menjadi kafe pop-up dalam gelaran Kodukohvikute Päev (Hari Kafe Rumahan). Di bawah tenda besar, para pengunjung menikmati sup seljanka hangat dan acar buatan sendiri di tengah rindangnya pepohonan apel dan tanaman sayuran.
"Saya sangat ramah dan suka memasak. Saya senang menjadi tuan rumah dan bangga dengan ruang terbuka kami," ujar Kalvik.
Lebih dari 150 acara serupa digelar di berbagai pelosok Estonia antara bulan April hingga September. Tradisi yang dicintai warga ini terus berkembang pesat sejak pertama kali dicetuskan hampir dua dekade lalu.
Tradisi kafe rumahan ini berawal tahun 2007 di Pulau Hiiumaa. Kala itu, para promotor pariwisata lokal mencari cara untuk menarik minat wisatawan di luar bulan puncak liburan. Inspirasinya datang dari Kärdla, ibu kota pulau tersebut, yang memiliki sejarah panjang terkait budaya minum kopi sejak pertengahan abad ke-19.
Direktur Museum Hiiumaa, Kauri Kiivramees, menyebutkan tradisi ini menyentuh hal yang lebih dalam daripada sekadar makanan dan minuman. Yaitu sejarah panjang warga pulau dalam menyambut pendatang.
Kiivramees mengatakan bahkan pulau yang dijuluki "pulau orang-orang introver" ini selalu memahami pentingnya rasa kebersamaan. "Sudah menjadi tradisi untuk membantu pengunjung asing di Hiiumaa karena dulu keberadaan mereka di sini berarti akibat kapal karam atau semacamnya, dan mereka membutuhkan bantuan," tuturnya.
Keberhasilan di Hiiumaa membuat tradisi ini dengan cepat menyebar ke seluruh negeri, termasuk ke wilayah Setomaa di tenggara Estonia dan kota pelajar Tartu. Di Tartu, seorang warga bernama Inga Kulmoja bahkan melayani pembeli es krim buatan sendiri dengan cara menurunkan ember menggunakan tali dari jendela kamar tidurnya di lantai tiga.
Tradisi ini juga menjadi sarana adaptasi bagi para pendatang baru. Oleg Pun dan Iryna Topilina, warga pindahan asal Ukraina, mengajak orang tua mereka yang mengungsi dari perang untuk membuka kafe rumahan pada 2022.
"Merek begitu terkejut dan terharu melihat betapa banyaknya warga Estonia yang datang untuk memberikan dukungan. Tetangga dari rumah sekitar bahkan membawakan kursi dan furnitur tambahan saat melihat kami kekurangan tempat duduk," kenang Topilina.
Bagi para wisatawan, Kohvikutepäevad memberikan kesempatan langka untuk melihat lebih dekat kehidupan sehari-hari masyarakat Estonia.
Seperti yang diungkapkan oleh penyelenggara Kalamaja Days, Katrin Aedma: "Tidak sering Anda bisa melihat bagian dalam halaman kami. Halaman tersebut biasanya tertutup. Namun, inilah hari ketika masyarakat kami membuka hati dan pintu gerbang mereka." (BBC/Z-2)

















































