Bus Trans-Jakarta.(MI/Usman Iskandar)
BAGI Lidia, 26, seorang pekerja swasta yang setiap hari menggunakan layanan Trans-Jakarta untuk beraktivitas, menyayangkan cara petugas menangani penumpang yang diduga memiliki bau badan.
Menurutnya, kenyamanan seluruh penumpang memang harus dijaga, tetapi tindakan petugas seharusnya tetap dilakukan secara profesional dan menghormati martabat setiap orang.
Ia menilai kondisi tersebut tidak seharusnya langsung berujung pada tindakan yang berpotensi mempermalukan seseorang di hadapan publik. “Kalau memang ada penumpang yang mengganggu kenyamanan karena bau badan, menurut saya petugas tetap harus menanganinya dengan cara yang profesional. Jangan sampai membuat orang itu merasa dipermalukan di depan penumpang lain,” ujarnya saat ditemui Media Indonesia, Selasa (4/8).
Menurut Lidia, petugas dapat mengajak penumpang tersebut berbicara secara baik-baik di area yang lebih tertutup sehingga persoalan dapat diselesaikan tanpa menimbulkan stigma.
Senada, Rama, 27, Pekerja swasta di Jakarta Barat yang mengatakan bahwa PT Trans-Jakarta harus memiliki solusi untuk menangani hal tersebut. Ia mencontohkan, jika memang ada tindakan yang perlu dilakukan seperti menurunkan penumpang akibat keluhan penumpang lainnya, petugas harus sigap memberi solusi.
“Jangan gagap dan langsung membentak, kan bisa menurunkan dan langsung petugas bertanggung jawab memulangkan penumpang tersebut dengan motor misalnya sesuai tujuan,” bebernya. “Jadi bener-bener win-win solusi, sepertinya Trans-Jakarta gagap menangani hal seperti itu,” pungkasnya. (Far/P-3)

















































