Waspada! 5 Jenis Makanan Ini Justru Bikin Stres Makin Parah

2 weeks ago 6
Waspada! 5 Jenis Makanan Ini Justru Bikin Stres Makin Parah Ilustrasi(Magnific)

SAAT tekanan pekerjaan atau masalah pribadi menumpuk, mengonsumsi makanan penghibur (comfort food) seperti camilan manis, gorengan, atau kopi hangat sering kali menjadi pilihan praktis untuk meredakan suasana hati. Namun, para ahli kesehatan dan nutrisi memperingatkan beberapa asupan favorit saat stres tersebut justru berpotensi memperburuk tingkat kecemasan dan kecemasan dalam jangka panjang.

Hubungan antara usus dan otak (gut-brain axis) memegang peranan penting dalam mengatur respons tubuh terhadap stres. Apa yang masuk ke dalam saluran pencernaan dapat memengaruhi produksi hormon penenang serta lonjakan kadar gula darah yang memicu kecemasan.

Makanan yang Wajib Diwaspadai Saat Stres

Untuk menjaga kestabilan emosi dan kesehatan mental, berikut adalah lima jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi atau dihindari saat sedang mengalami stres:

  • Makanan dan Minuman Tinggi Gula: Donat, kue, permen, hingga minuman bersoda dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis (sugar spike) yang diikuti oleh penurunan tajam (sugar crash). Kondisi fluktuatif ini merangsang pelepasan hormon kortisol dan adrenalin, yang berujung pada rasa gelisah, kelelahan, dan ketegangan ekstra.
  • Kafein Berlebihan: Kopi, minuman energi, serta teh pekat mengandung kafein yang merangsang sistem saraf pusat. Konsumsi berlebih saat stres dapat meningkatkan denyut jantung, memicu tremor halus, serta memperburuk gejala kecemasan (anxiety).
  • Makanan Ultra-Proses (Ultra-Processed Foods): Makanan kemasan yang kaya akan bahan pengawet, perasa buatan, dan lemak jenuh dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma di dalam usus. Ketidakseimbangan bakteri usus ini terbukti secara klinis berkontribusi negatif terhadap kesehatan emosional dan suasana hati.
  • Minuman Beralkohol: Banyak orang menganggap alkohol sebagai sarana penenang instan. Padahal, alkohol tergolong sebagai zat depresan yang merusak pola tidur lelap (REM sleep) serta mengganggu keseimbangan senyawa kimia di otak, sehingga membuat stres terasa lebih berat keesokan harinya.
  • Gorengan dan Makanan Tinggi Lemak Trans: Makanan yang digoreng dalam minyak panas tinggi lemak jenuh membutuhkan waktu lama untuk dicerna. Asupan ini memicu peradangan (inflammation) dalam tubuh yang berkaitan erat dengan peningkatan risiko gangguan suasana hati.

Solusi Pengganti yang Lebih Sehat

Para ahli menyarankan untuk beralih ke makanan yang kaya akan serat, protein murni, serta asam lemak omega-3 saat tubuh memberikan sinyal stres. Mengonsumsi buah segar, kacang-kacangan, yogurt tanpa pemanis, atau teh herbal dapat membantu menstabilkan kadar gula darah sekaligus memberikan efek menenangkan pada sistem saraf tanpa efek samping negatif. (Eating Well/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |