Waspada Privasi Chatbot AI: Percakapan Anda tidak Sepenuhnya Rahasia

2 weeks ago 5
 Percakapan Anda tidak Sepenuhnya Rahasia Ilustrasi.(Magnific)

BANYAK pengguna mengandalkan chatbot AI untuk berbagai hal, mulai dari masalah kesehatan, hubungan asmara, hingga pertanyaan eksistensial yang mendalam. Namun, di balik kemudahan tersebut, ada satu kenyataan yang sering diabaikan: percakapan tersebut tidak sepenuhnya privat.

Tinjauan Washington Post terhadap catatan publik menemukan belasan kasus di mana transkrip chatbot dikutip dalam persidangan selama dua tahun terakhir. Sering kali, transkrip ini ditemukan dari perangkat pengguna saat digeledah oleh kepolisian atau pihak lawan dalam tahap pengumpulan bukti kasus perdata. Dalam beberapa kasus, perusahaan AI bahkan melaporkan konten yang mencurigakan kepada penegak hukum.

"Kecuali Anda menggunakan layanan yang memiliki fitur temporary chat atau versi penyamaran (incognito), dan Anda menggunakannya di peramban yang tidak melacak Anda, jawabannya adalah tidak. Anda tidak bisa yakin itu sepenuhnya privat," ujar Jen King, peneliti privasi di Stanford Institute for Human-Centered Artificial Intelligence.

Bagaimana Data Anda Diproses?

Saat Anda menggunakan chatbot seperti Claude atau ChatGPT, pesan Anda dikirim ke pusat data atau server perusahaan untuk diproses. Jika Anda masuk ke akun tertentu, riwayat obrolan tersebut akan tersimpan dan dapat diakses kembali melalui perangkat apa pun yang terhubung.

Dalam kasus hukum yang ditinjau, transkrip sering kali diambil langsung dari perangkat fisik pengguna. Di Missouri, seorang pria mengizinkan polisi menggeledah ponselnya tanpa surat perintah. Di Michigan, seorang pengacara secara sukarela menyerahkan perangkat kliennya sebagai bentuk transparansi, yang kemudian mengungkap riwayat percakapan AI.

Kebijakan Penghapusan Data

OpenAI dan Anthropic menyatakan bahwa jika pengguna menghapus percakapan, data tersebut biasanya akan dihapus dari server internal mereka dalam waktu 30 hari. Namun, ada pengecualian penting:

  • Akun Pribadi: OpenAI menyimpan obrolan sampai pengguna menghapusnya secara manual.
  • Temporary Chat: Fitur ini (atau "incognito chats" di Anthropic) akan terhapus otomatis dalam 30 hari.
  • Pelanggaran Kebijakan: OpenAI dapat menyimpan data yang telah dihapus jika akun tersebut diblokir karena melanggar kebijakan atau jika ada kewajiban hukum.

Risiko di Lingkungan Kerja

Banyak perusahaan menggunakan akun enterprise yang mencegah AI melatih model mereka menggunakan input karyawan. Namun, ini tidak berarti aktivitas karyawan bersifat pribadi bagi perusahaan. Sama seperti email atau Slack, akun korporat dikelola oleh pemberi kerja. Administrator memiliki alat untuk melihat informasi, termasuk obrolan dan file yang diunggah.

Pemantauan Keamanan dan Hukum

OpenAI menggunakan sistem deteksi otomatis untuk mengidentifikasi aktivitas berbahaya, seperti kekerasan atau upaya menyakiti diri sendiri. Perusahaan akan memberi tahu penegak hukum jika percakapan menunjukkan risiko bahaya yang nyata dan mendesak bagi orang lain. Anthropic juga menyatakan akan mengungkapkan informasi terbatas jika memiliki keyakinan kuat bahwa hal itu diperlukan untuk mencegah bahaya serius.

Kedua perusahaan tersebut menegaskan bahwa mereka mematuhi panggilan pengadilan (subpoena) yang sah secara hukum.

Tips Menjaga Privasi Saat Menggunakan AI:

  • Jangan pernah membagikan informasi sensitif seperti nomor jaminan sosial atau kata sandi.
  • Gunakan fitur temporary chat jika tersedia.
  • Hindari membicarakan hal sensitif di akun kantor jika Anda tidak ingin pemberi kerja mengetahuinya.
  • Pahami bahwa tidak ada "Signal" untuk AI; perusahaan tetap harus melihat pertanyaan Anda untuk memberikan jawaban.

Pada akhirnya, privasi di dunia digital sangat sulit didapat. Meskipun OpenAI dan Anthropic menyatakan tidak menjual data ke pengiklan pihak ketiga, transparansi penuh tetap menjadi tantangan karena teknologi ini memerlukan akses ke data Anda untuk berfungsi.

(The Washington Post/I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |