ilustrasi(Magnific)
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) merilis panduan terbaru yang menegaskan bahwa hampir separuh atau sekitar 45 persen kasus demensia di dunia sebenarnya dapat dicegah atau ditunda. Panduan ini disusun berdasarkan tinjauan ilmiah komprehensif yang mengidentifikasi 14 faktor risiko yang dapat dimodifikasi sepanjang hidup manusia.
Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa panduan berbasis bukti medis ini diterbitkan agar setiap negara dapat segera mengambil langkah nyata dalam menjaga kesehatan kognitif masyarakat.
Langkah Pencegahan Demensia Menurut WHO
Berdasarkan laporan medis mutakhir, berikut adalah poin-poin utama strategi pencegahan demensia yang direkomendasikan dan yang perlu dihindari:
- Pola Hidup Sehat dan Kardiovaskular: Menjaga kesehatan jantung menjadi kunci utama. Menjaga tekanan darah, kolesterol, gula darah, tidak merokok, membatasi alkohol, serta aktif secara fisik dan sosial terbukti melindungi fungsi sel otak.
- Penanganan Gangguan Pendengaran: Penggunaan alat bantu dengar pada lansia yang mengalami penurunan pendengaran terbukti mampu memperlambat penurunan fungsi kognitif hingga hampir 50 persen.
- Faktor Lingkungan: Mengurangi paparan polusi udara dan meningkatkan akses pendidikan sejak dini menjadi bagian penting dalam mitigasi risiko tingkat populasi.
- Peringatan WHO Terhadap Suplemen: WHO secara tegas melarang konsumsi suplemen vitamin B, vitamin E, omega-3, atau multivitamin secara mandiri dengan tujuan mencegah demensia tanpa adanya diagnosis klinis defisiensi nutrisi. Uji klinis menunjukkan suplemen tersebut tidak memberikan perlindungan kognitif dan berisiko jika dikonsumsi berlebihan.
WHO menekankan bahwa pencegahan demensia tidak dapat mengandalkan satu metode instan, melainkan memerlukan pendekatan gaya hidup holistik yang menjaga kesehatan fisik, indra, dan hubungan sosial secara berkelanjutan.
(Yahoohealth/P-4)


















































