Yenny Wahid(ANTARA/Saptono)
KETUA Umum Pengurus Besar Federasi Panjat Tebing Indonesia (PB FPTI), Yenny Wahid, memberikan dukungan penuh terhadap gagasan penyediaan dana pensiun bagi atlet. Langkah ini dinilai krusial sebagai bentuk jaminan masa depan mengingat masa produktif seorang atlet jauh lebih singkat dibandingkan profesi lainnya.
"Sangat-sangat baik sekali. Terus terang kami dari panjat tebing sudah memulai walau belum berupa dana pensiun," ujar Yenny saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (10/9).
Urgensi Peta Jalan Finansial Atlet
Yenny menekankan pentingnya penyusunan peta jalan (roadmap) agar para atlet tetap memiliki kondisi finansial yang stabil setelah melewati masa puncak prestasi. Menurutnya, tantangan utama atlet adalah keterbatasan usia produktif yang umumnya mulai menurun setelah melewati usia 35 tahun.
Sebagai langkah awal, PB FPTI telah menginisiasi pelatihan inklusi keuangan. Program ini bertujuan membekali atlet dengan kemampuan mengelola pendapatan yang mereka peroleh dari berbagai sumber, seperti hadiah pertandingan, agar tidak habis begitu saja.
Strategi Pengelolaan Masa Depan Atlet menurut PB FPTI:
| Edukasi Keuangan | Pelatihan inklusi keuangan dan pengelolaan aset. |
| Instrumen Investasi | Pembelian aset, investasi mandiri, dan mekanisme dana pensiun. |
| Dukungan Pemerintah | Akses menjadi ASN, anggota TNI, atau Polri bagi atlet berprestasi. |
| Kemandirian | Persiapan finansial individu bagi atlet di luar skema gaji negara. |
Kolaborasi Negara dan Kemandirian Atlet
Yenny menilai skema dana pensiun idealnya melibatkan peran negara, terutama bagi atlet yang mendapatkan penghasilan atau gaji langsung dari pemerintah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa atlet harus memiliki kesadaran mandiri untuk berinvestasi, karena tidak semua atlet masuk dalam skema penggajian negara.
Selain dukungan finansial, Yenny mengapresiasi kebijakan pemerintah yang membuka pintu bagi atlet berprestasi untuk berkarier di sektor publik setelah pensiun dari dunia olahraga. Ia mencontohkan kebijakan yang sering didorong oleh Prabowo Subianto dalam memberikan akses bagi atlet untuk menjadi anggota TNI atau Polri.
"Tujuannya adalah memberikan kepastian masa depan. Dengan adanya jaminan tersebut, atlet dapat fokus sepenuhnya untuk mengejar prestasi tertinggi selama mereka masih berada di usia produktif," pungkasnya. (Ant/Z-1)


















































