(MI)
PERANCANG busana Yurita Puji memperkenalkan karya terbarunya dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Jumat (31/7), pada sesi MOMENTUM yang diselenggarakan oleh IL Teatro Della Moda Indonesia. Penampilannya menjadi refleksi perjalanan kreatif Yurita selama lebih dari 17 tahun berkarya di industri fesyen Indonesia.
Melalui karya terbarunya, Yurita mengangkat inspirasi dari perpaduan seni patung, seni lukis, dan gerak tubuh manusia. Busana tidak lagi dipandang sekadar sebagai pakaian, melainkan media ekspresi yang mampu menghidupkan karya seni ketika dikenakan.
Setiap siluet dirancang mengikuti lekuk tubuh dengan konstruksi yang presisi, menghadirkan kesan layaknya pahatan yang kuat, tetapi tetap lembut dan mengalir. Permainan lipatan kain menciptakan ilusi gerak alami sehingga setiap langkah pemakainya menjadi bagian dari narasi desain.
Tidak hanya bermain pada bentuk, rancangan tersebut juga mengeksplorasi permainan cahaya dan bayangan yang terinspirasi dari kedalaman lukisan klasik. Penggunaan material transparan dan teknik layering menghadirkan dimensi visual yang dinamis, kadang memperlihatkan, kadang menyamarkan, sehingga tercipta keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan dalam satu rancangan.
"Saya ingin menunjukkan bahwa fesyen dapat menjadi bentuk seni yang hidup. Karya tidak hanya dinikmati ketika dipajang, tetapi juga ketika bergerak bersama pemakainya," ujar Yurita Puji.
Di balik penampilan tersebut, terdapat perjalanan belajar yang tidak pernah berhenti. Meski telah berkarya selama 17 tahun sebagai fashion designer, Yurita memilih kembali menempuh pendidikan di IL Teatro Della Moda Indonesia untuk memperdalam teknik, memperbarui wawasan, serta mengikuti perkembangan industri fashion global.
Menurutnya, pengalaman harus selalu berjalan berdampingan dengan pembelajaran. Dunia mode terus berkembang sehingga seorang desainer perlu terus mengasah kreativitas dan kemampuan teknis agar mampu menghasilkan karya yang relevan dengan perkembangan zaman.
Di luar dunia fesyen, Yurita kini juga aktif di industri jasa keuangan, khususnya bidang asuransi. Baginya, kedua bidang tersebut memiliki keterkaitan yang erat dalam mendukung pertumbuhan pelaku usaha.
"Sebagai desainer, saya bekerja bersama banyak UMKM dan pengrajin. Saya menyadari bahwa membangun bisnis tidak cukup hanya dengan kreativitas. Perlindungan usaha juga menjadi bagian penting agar bisnis dapat terus berjalan ketika menghadapi berbagai risiko. Karena itu, saya ingin turut mengedukasi pentingnya asuransi sebagai salah satu fondasi keberlanjutan usaha," jelasnya. (I-2)

















































