Kebakaran hutan menerjang Spanyol dan Prancis. Satu warga tewas di Valencia, sementara puluhan ribu warga Prancis diungsikan di tengah kepulan asap pekat.(Spain's Military Emergency Unit (UME))
Kebakaran hutan dahsyat melanda sejumlah wilayah di Spanyol dan Prancis. Pemerintah daerah setempat mengonfirmasi satu orang tewas di Kota Manises, Valencia, Spanyol, akibat kobaran api yang merambat cepat.
Melalui unggahan di media sosial X, Dewan Kota Manises menyampaikan kabar duka tersebut sekaligus mengumumkan masa berkabung.
"Sayangnya, kebakaran telah merenggut nyawa satu orang," umum Dewan Kota Manises. Pihaknya menetapkan "dua hari berkabung resmi, besok dan Senin, sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Pemadam Kebakaran, Perlindungan Sipil, Polisi, dan Garda Sipil."
Penyebaran api di kota yang terletak di pesisir timur Spanyol tersebut terjadi sekitar tengah hari pada Sabtu waktu setempat. Angin kencang berkecepatan 20 hingga 35 kilometer per jam membuat api menjalar sangat cepat sebelum akhirnya berhasil dikendalikan sekitar empat jam kemudian.
Kepulan Asap Kuning Selimuti Prancis
Dampak kebakaran hutan juga dirasakan parah di Prancis bagian barat daya. Kebakaran yang meluas memaksa warga membatalkan aktivitas luar ruangan akibat kualitas udara yang memburuk. Magnus Danaher, 25, seorang warga Kota Bordeaux, menceritakan pengalamannya saat hembusan asap pekat menyelimuti wilayahnya.
"Alih-alih pergi, kami hanya berdiam di dalam rumah sepanjang hari, jujur saja, dan menutup rapat jendela untuk menghalau asap," ujar Danaher kepada CNN.
"Kami melihat beberapa orang keluar rumah menggunakan masker, tidak ingin menghirup seluruh asap itu karena ketika Anda membuka jendela, Anda langsung mendapat hembusan asap yang sangat besar," tambahnya, seraya menyebut langit berubah menjadi berwarna kuning total.
Evakuasi Massal dan Bantuan Internasional
Otoritas Prancis memerintahkan evakuasi baru pada Sabtu malam di Departemen Gironde. Peringatan darurat dikirimkan ke ponsel warga di setidaknya lima kota untuk segera mengungsi ke arah Bordeaux, lokasi penampungan bagi ribuan warga terisolasi. Ratusan ribu orang telah mengungsi di Gironde dan wilayah tetangganya, Landes. Petugas mencatat sekitar 30 titik api berkobar secara bersamaan di Prancis barat daya.
Kondisi darurat ini memicu aksi tanggap dari negara tetangga. Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyatakan bahwa negaranya mengirimkan bantuan berupa helikopter, pesawat A400, dan personel penyelamat ke wilayah Prancis yang terdampak usai berkoordinasi dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. (CNN/Z-2)


















































