Ilustrasi(Dok BNPB)
PEMERINTAH telah mengirimkan 165,97 ton bantuan logistik dan peralatan pengungsian untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bantuan tersebut diberangkatkan dari Pos Pendukung Logistik Nasional Penanganan Darurat Bencana (PDB) Gempa Bumi NTT di Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, mengatakan bantuan dikirim melalui 12 sortie penerbangan dengan mengerahkan armada TNI Angkatan Udara, pesawat kargo, serta maskapai komersial.
Pengiriman ditujukan untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak, terutama di Maumere dan Labuan Bajo. Dari total bantuan tersebut, BNPB mengirimkan sekitar 120 ton melalui delapan sortie penerbangan menggunakan anggaran Dana Siap Pakai (DSP).
"Pengiriman bantuan udara ini terbagi ke dalam 12 sortie penerbangan," kata Berton lewat keterangan tertulis, Rabu (19/8).
Menurutnya, bantuan yang dikirim BNPB didominasi kebutuhan dasar dan peralatan pengungsian. Di antaranya tenda keluarga berukuran 4x4 meter, tenda pengungsi berukuran 6x12 meter, selimut, sarung, matras, kasur lipat, velbed, makanan siap saji, paket sembako, serta hygiene kit.
Dalam beberapa penerbangan, pemerintah juga mengirimkan ribuan lembar matras dan selimut serta ratusan unit tenda keluarga untuk memenuhi kebutuhan warga yang masih berada di lokasi pengungsian.
Selain bantuan kebutuhan dasar, pengiriman juga mencakup perangkat pendukung komunikasi berupa Starlink. Peralatan ini dibutuhkan untuk menjaga komunikasi tetap berjalan di wilayah yang mengalami gangguan jaringan akibat bencana.
Pada sortie lainnya, turut dikirim 16 unit genset darurat untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di lokasi terdampak.
Selain bantuan yang dikirim melalui delapan sortie BNPB, pemerintah bersama sejumlah pemangku kepentingan kembali mengirimkan 45.971 kilogram bantuan atau 45,97 ton menggunakan empat penerbangan TNI AU, terdiri dari satu pesawat Airbus A400 dan tiga pesawat Boeing.
"Semangat gotong-royong yang ditunjukkan seluruh unsur pentahelix dengan mendisribusikan 45.971 kilogram bantuan tambahan mengunakan armada TNI AU," kata Berton.
Adapun bantuan tambahan berasal dari Sekretariat Presiden berupa ribuan paket sembako, ratusan dus biskuit dan Pop Mie. Sementara Polda mengirimkan mi instan dan air mineral.
Kemudian Kementerian Pertahanan berupa satu unit kendaraan penjernih air dan perangkat Starlink. Tim Manguni 86 mengirimkan satu set peralatan dapur, sedangkan bantuan dari pihak swasta berupa teh dalam kemasan dan biskuit.
Jika digabungkan, total bantuan yang diberangkatkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional tersebut mencapai 165,97 ton.
Perkuat Komunikasi dan Layanan Dasar
Menurut Berton, pemerintah juga memberi perhatian pada kebutuhan pendukung di lokasi pengungsian. Sebanyak 20 unit perangkat internet satelit Starlink, yang merupakan gabungan bantuan Kementerian Pertahanan dan BNPB, disiapkan untuk mengantisipasi gangguan komunikasi di wilayah terdampak.
Selain itu, satu unit kendaraan penjernih air dan 16 unit genset darurat dikirim untuk mendukung ketersediaan air bersih dan listrik.
Pengiriman logistik tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan darurat pascagempa bumi di NTT. Bantuan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak warga sekaligus menunjang operasional petugas dan layanan kemanusiaan di wilayah terdampak.
BNPB bersama kementerian/lembaga, TNI, Polri, pemerintah daerah, dunia usaha dan unsur masyarakat terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat distribusi bantuan kepada warga yang membutuhkan.(PO/E-4)


















































