12 Titik Kopdes Merah Putih di Tengah Laut, Zulhas: Bagaimana Mau Cor Semennya?

1 week ago 2
 Bagaimana Mau Cor Semennya? Menko Pangan Zulkifli Hasan(MI/Lina Herlina)

PROGRAM unggulan pemerintah, Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, belum genap setahun diluncurkan, namun sudah dihantam gelombang kontroversi. 

Warganet dihebohkan dengan temuan 12 titik lokasi koperasi yang terpantau berada di tengah laut berdasarkan fitur pemetaan aplikasi Simkopdes di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.

Dalam menanggapi polemik yang meledak di jagat maya itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), dengan nada setengah heran mempertanyakan logika di balik narasi tersebut.

"Ya, bagaimana mau bangun di tengah laut? Bagaimana mengecor semennya?" ujar Zulhas dengan mimik serius sambil melempar candaan usai membuka Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (4/8).

Pernyataan Zulhas itu sontak memecah tawa hadirin, namun sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah serius menanggapi gempuran isu negatif yang mengganggu program yang digadang-gadang sebagai solusi ekonomi desa tersebut.

Tak hanya soal laut, jagat media sosial juga diramaikan dengan konten-konten yang menarasikan lokasi pembangunan Kopdes Merah Putih berada di tempat-tempat tak lazim, seperti di area pemakaman umum hingga di tengah hamparan sawah.

Konten-konten tersebut kemudian menyebar cepat dan memicu spekulasi liar yang berpotensi merusak citra program.

Zulhas menduga kuat, narasi negatif ini adalah hasil rekayasa pihak-pihak yang tidak menghendaki program tersebut berjalan sukses. Ia menilai, kondisi geografis desa yang beragam dan terkendala lahan dimanfaatkan sebagai bahan untuk memproduksi konten provokatif.

"Banyak desa memang masih belum terbangun karena kendala lahan. Akhirnya muncul konten-konten seolah-olah bangunannya ada di tengah kuburan, di tengah sawah, di tengah laut, dan macam-macam lagi. Ini saya kira memang mungkin ada yang terganggu sehingga menyerang seperti itu," tegasnya.

Zulhas menjelaskan bahwa Kopdes Merah Putih dirancang sebagai infrastruktur ekonomi terpadu. Bentuknya bukan toko ritel modern, melainkan pusat layanan yang mengintegrasikan berbagai bantuan pemerintah, mulai dari benih, subsidi bunga, bantuan sosial (PKH), hingga alat mesin pertanian (alsintan).

Melindungi Petani dan Nelayan

Lebih dari sekadar bangunan fisik, Zulhas menyoroti fungsi fundamental koperasi sebagai benteng pertahanan ekonomi rakyat. Ia membeberkan rencana perlindungan harga bagi petani dan nelayan yang selama ini kerap terjerat permainan tengkulak.

Bukan hanya petani, nelayan pun akan mendapatkan perlindungan serupa melalui penyediaan fasilitas cold storage (ruang pendingin) dan pabrik es. Dengan begitu, hasil tangkapan ikan bisa disimpan lebih lama dan tidak dijual murah kepada tengkulak karena keterpaksaan.

"Kalau nelayan, ikan dibeli murah oleh tengkulak. Nanti kalau sudah ada koperasi, disediakan cold storage dan pabrik es sehingga bisa disimpan dulu. Kalau belum laku, koperasi yang beli ikannya," pungkas Zulhas. (LN/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |