Berikut Dampak Negatif Sering Makan Tengah Malam(magnifik)
MAKAN tengah malam adalah kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman pada waktu larut malam, biasanya setelah waktu makan malam dan mendekati waktu tidur. Kebiasaan ini dapat berupa makan makanan utama maupun mengonsumsi camilan.
Jika dilakukan terlalu sering atau dalam porsi besar, makan tengah malam dapat mengganggu tidur dan menimbulkan keluhan pencernaan pada sebagian orang.
1. Mengganggu kualitas tidur
Makan dalam jumlah banyak sebelum tidur dapat membuat tubuh masih aktif mencerna makanan ketika seharusnya mulai beristirahat. Akibatnya, tidur dapat terasa kurang nyaman.
2. Memicu asam lambung naik
Berbaring tidak lama setelah makan dapat meningkatkan kemungkinan isi lambung naik ke kerongkongan, terutama pada orang yang rentan mengalami refluks asam.
3. Menimbulkan rasa begah
Makan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat perut terasa penuh, kembung, atau tidak nyaman saat berbaring.
4. Menyebabkan mulas
Makanan tertentu, terutama yang pedas, berlemak, atau dalam porsi besar, dapat memicu keluhan mulas pada sebagian orang.
5. Meningkatkan asupan kalori harian
Makan tengah malam sering kali menjadi tambahan di luar jadwal makan utama. Jika terjadi terus-menerus, asupan energi harian dapat meningkat.
6. Dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan
Jika kebiasaan makan larut malam membuat asupan kalori secara keseluruhan lebih tinggi daripada kebutuhan tubuh, berat badan dapat meningkat.
7. Mengganggu pola makan
Kebiasaan makan pada tengah malam dapat membuat jadwal makan menjadi tidak teratur dan berpotensi mengurangi nafsu makan pada pagi hari.
8. Membuat tubuh terasa kurang segar saat bangun
Tidur yang terganggu akibat perut terlalu penuh atau keluhan pencernaan dapat membuat seseorang merasa kurang bugar pada pagi hari.
9. Dapat memengaruhi pengaturan gula darah
Waktu makan, jenis makanan, dan jumlah makanan dapat memengaruhi kadar gula darah. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula atau karbohidrat olahan pada larut malam dapat menjadi kurang ideal, terutama bagi orang yang perlu mengontrol gula darah.
10. Memperburuk gejala GERD pada sebagian orang
Pada orang yang memiliki GERD, makan menjelang tidur dapat memperparah gejala seperti sensasi terbakar di dada atau rasa asam di mulut.
11. Meningkatkan keinginan mengonsumsi makanan kurang sehat
Saat lapar pada malam hari, seseorang mungkin lebih mudah memilih makanan praktis seperti makanan cepat saji, camilan tinggi garam, makanan manis, atau minuman berpemanis.
12. Dapat mengganggu ritme sirkadian
Tubuh memiliki ritme sirkadian yang mengatur berbagai proses, termasuk siklus tidur-bangun dan metabolisme. Kebiasaan makan pada waktu yang sangat larut dapat berinteraksi dengan ritme tersebut.
13. Membentuk kebiasaan makan yang kurang teratur
Jika berlangsung terus-menerus, makan tengah malam dapat menjadi kebiasaan yang membuat seseorang sulit mempertahankan jadwal makan dan tidur yang konsisten.
Jika sering lapar pada malam hari, cobalah memastikan kebutuhan makan sepanjang hari tercukupi dengan makanan bergizi dan seimbang. Pilih camilan ringan jika memang lapar dan hindari makan dalam porsi besar tepat sebelum berbaring. (Z-4)
Sumber: halodoc, alodokter


















































