13 Warga Palestina Ditangkap Israel dalam Penggerebekan di Tepi Barat

4 weeks ago 16
13 Warga Palestina Ditangkap Israel dalam Penggerebekan di Tepi Barat Tentara Israel.(Anadolu)

PASUKAN Israel menangkap 13 warga Palestina, termasuk seorang anak, dalam serangkaian penggerebekan di wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Minggu. Operasi tersebut juga diwarnai aksi pembakaran properti dan kerusakan terhadap lahan pertanian milik warga Palestina.

Di wilayah utara Tepi Barat, pasukan Israel dilaporkan membakar sebuah ruangan tempat tinggal milik warga Palestina di bagian utara Kota Osarin, sebelah selatan Nablus. Informasi tersebut disampaikan sejumlah sumber lokal kepada Anadolu.

Selain membakar tempat tinggal, pasukan Israel juga membakar sebagian sebuah kendaraan di lokasi tersebut. Sumber yang sama mengatakan slogan-slogan bernada rasis turut disemprotkan di sekitar lokasi.

Di Betlehem, pasukan Israel melakukan penggerebekan di kawasan Khala'il al-Louz, sebelah timur kota. Dalam operasi tersebut, pipa irigasi yang digunakan untuk mengairi tanaman dilaporkan dirusak. Pasukan Israel juga menebang sejumlah pohon serta merusak properti dan lahan pertanian milik warga Palestina.

Menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa, pasukan Israel turut mencabut pohon zaitun dan tanaman anggur dari lahan warga Palestina di Desa al-Minya, sebelah timur Betlehem. Dalam operasi di wilayah Betlehem, dua warga Palestina, termasuk seorang anak, ditangkap dari Desa al-Rashaydeh.

Sementara itu, di Qalqilya, enam warga Palestina ditangkap setelah pasukan Israel menggerebek kota tersebut dan melakukan penggeledahan dari rumah ke rumah di kawasan Kafr Saba dan al-Naqqar, menurut Wafa. Lima warga Palestina lainnya juga ditangkap dalam operasi militer Israel di Kota Tulkarem.

Di Ramallah, pasukan Israel menutup akses masuk dari sisi barat menuju Desa al-Mughayyir, yang terletak di timur laut kota. Penutupan tersebut membuat warga Palestina tidak dapat keluar maupun memasuki desa melalui jalur tersebut.

Pasukan Israel juga menginterogasi sejumlah warga dan menembakkan gas air mata ke arah kendaraan. Sumber lokal kepada Anadolu mengatakan akses barat tersebut kini menjadi satu-satunya jalur masuk dan keluar Desa al-Mughayyir. Kondisi itu terjadi setelah pasukan Israel menutup akses timur desa pada 7 Oktober 2023.

Di wilayah pinggiran Desa Burqa, sebelah timur Ramallah, pasukan Israel juga dilaporkan membakar sebuah tenda, sejumlah peralatan, dan pakan ternak milik seorang petani Palestina.

Kekerasan di Tepi Barat Meningkat

Situasi keamanan di Tepi Barat terus memburuk sejak perang Israel di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023. Sejak saat itu, wilayah tersebut mengalami peningkatan serangan dan operasi militer Israel. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran dari pihak Palestina serta komunitas internasional mengenai dampak berkelanjutan dari eskalasi kekerasan di wilayah pendudukan.

Serangkaian penggerebekan, penangkapan, pembatasan akses, serta kerusakan terhadap properti dan lahan pertanian warga Palestina terus menjadi bagian dari ketegangan yang berlangsung di Tepi Barat. (Fer/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |