Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan pertolongan korban KMP Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa, perairan Kalimantan Selatan, Minggu (13/9).(dok. Basarnas)
TIM SAR gabungan masih mencari 130 orang setelah kapal motor penumpang (KMP) Virgo Transport 8 tenggelam di Laut Jawa, perairan Kalimantan Selatan, Minggu (13/9). Pencarian menghadapi tantangan kondisi laut dengan gelombang mencapai 2,5 meter dan angin 15-20 knot.
Pencarian dilakukan dari unsur laut dan udara dengan mengembangkan area operasi berdasarkan titik terakhir kapal, lokasi tenggelam, serta posisi para penyintas yang telah ditemukan. Tim juga harus menyesuaikan pencarian dengan arus yang bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan 0,4-0,9 knot.
Berdasarkan pemutakhiran data oleh Posko Nasional Basarnas, hingga pukul 14.56 Wita, sebanyak 107 orang telah ditemukan dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia. Total penumpang dan kru KMP Virgo Transport-8 tercatat 243 orang, terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru.
KMP Virgo Transport-8 merupakan kapal feri jenis Ro-Ro yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin. Kapal dilaporkan hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi kondisi laut dan kapal dalam keadaan miring.
Lokasi kejadian terakhir berada di koordinat 04°31'51.82" LS – 114°01'06.88" BT. Titik tersebut berjarak sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Upaya pertolongan telah dilakukan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi. TB Mauhaw IX mengevakuasi 15 orang selamat dan menemukan satu orang meninggal. TB Transcoal Pacific 205 mengevakuasi satu orang selamat dan lima orang meninggal.
Sementara itu, MV Haida menyelamatkan 69 orang dan KM Cahaya Bahari Jaya menyelamatkan 22 orang.
Tim SAR gabungan kini memusatkan pencarian terhadap 130 orang yang belum ditemukan. Area pencarian dikembangkan berdasarkan titik lokasi kejadian, posisi terakhir kapal, serta informasi lokasi para penyintas yang telah dievakuasi.
Operasi melibatkan unsur laut dan udara. Basarnas mengerahkan KN SAR Laksmana 241 dari Banjarmasin, KN SAR Permadi 249 dari Surabaya, KN SAR Wisanggeni dari Balikpapan, KN SAR Kamajaya dari Makassar, RIB Palangkaraya, serta helikopter HR-3601 Dauphin AS365 N3+.
TNI Angkatan Laut turut mengerahkan KRI NAL-363, KRI PFN-731, KRI Canopus-936, KAL Kumai, serta pesawat CN-235 P-8301.
Sebanyak 280 personel terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan. Mereka berasal dari Basarnas, TNI AL, KSOP, Distrik Navigasi, Polairud, Pelindo, BPBD, Damkar, PMI, PSC, serta potensi SAR masyarakat.
Tim SAR masih mengembangkan pencarian berdasarkan datum terbaru. Selain mencari 130 orang, petugas melakukan evakuasi korban, pendataan identitas, serta rekonsiliasi manifest penumpang dan kru.
Operasi akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan unsur laut dan udara. Koordinasi seluruh unsur berada di bawah kendali Search Mission Coordinator (SMC). (B-3)


















































