Ilustrasi.(Dok MI)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat Daya (Abdya) melaporkan sebanyak 22 desa yang tersebar di tujuh kecamatan di wilayah tersebut terendam banjir luapan. Bencana ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Rabu (16/9) sore, menyebabkan sungai meluap ke permukiman penduduk.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Abdya, Mukhsin, mengonfirmasi bahwa hujan lebat terjadi mulai pukul 15.00 hingga 20.00 WIB. Selain merendam rumah warga, banjir juga sempat memutus akses transportasi di sejumlah titik jalan nasional.
"Jalan nasional yang tergenang di antaranya berada di Desa Alue Mangota (Kecamatan Blangpidie), Desa Durian Jangek (Kecamatan Susoh), dan Desa Alue Padee (Kecamatan Kuala Batee)," ujar Mukhsin, Kamis (17/9).
Genangan air di badan jalan tersebut memicu kemacetan panjang karena kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Selain banjir, cuaca ekstrem ini menyebabkan satu tiang listrik milik PLN di Kecamatan Babahrot roboh ke jalan serta satu rumah warga di Desa Cot Mane, Kecamatan Jeumpa, tertimbun tanah longsor.
Daftar Wilayah Terdampak
Berdasarkan data kedaruratan BPBD Abdya, berikut sebaran desa yang terdampak banjir:
- Kecamatan Jeumpa: Desa Alue Seulaseh, Alue Sungai Pinang, dan Ciet Mane.
- Kecamatan Kuala Batee: Desa Alue Padee, Kampung Tengah, Dusun Jambereu, Lama Inong, dan Alue Pisang.
- Kecamatan Tangan-Tangan: Desa Ie Lhob, Gunong Cut, Suak Labu, dan Suak Nibong.
- Kecamatan Setia: Desa Lhang, Tangan-Tangan Cut, dan Ujung Tanah.
- Kecamatan Blangpidie: Desa Baharu, Keude Siblah, Alue Manggota, dan Lhung Tarok.
- Kecamatan Manggeng: Desa Blang Manggeng dan Sejahtera.
- Kecamatan Susoh: Desa Durian Jangek.
Mukhsin menambahkan, pihaknya mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan pemantauan di lokasi, mendata jumlah rumah yang terdampak, serta membantu proses evakuasi warga yang membutuhkan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat, terutama yang bermukim di sepanjang bantaran sungai dan di bawah lereng bukit, untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Aceh Barat Daya dalam beberapa hari ke depan. (Ant/I-2)


















































