24 Kelurahan di Tasikmalaya Krisis Air Bersih, BPBD Distribusikan 454.000 Liter

1 month ago 7
24 Kelurahan di Tasikmalaya Krisis Air Bersih, BPBD Distribusikan 454.000 Liter BPBD Kota Tasikmalaya pasok air bersih secara gratis diperuntukkan bagi 8.208 Kepala Keluarga (KK) atau 27.181 jiwa tersebar di 24 Kelurahan.(MI/Kristiadi)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, memasok air bersih diperuntukkan bagi 8.208 Kepala Keluarga (KK) atau 27.181 jiwa terdampak krisis air bersih 24 Kelurahan tersebar di 8 Kecamatan. Krisis air makin meluas, dipicu adanya perubahan iklim dan lokasi berada didataran tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova mengatakan, krisis air di wilayahnya makin meluas di 24 Kelurahan tersebar 8 Kecamatan. Namun, pasokan air dilakukan aecara gratis kepada 8.208 KK atau 27.181 jiwa lantaran bencana El Nino tahun ini makin kering.

"Petugas BPBD berupa pasok air bersih ke berbagai pelosok dilakukan secara gratis setelah menetapkan siaga darurat bencana  hingga September 2026. Akan tetapi, hujan turun yang terjadi di wilayahnya selama ini tidak berdampak dan berbagai upaya terus dilakukan agar warga tidak menjadi beban dan mereka tak mengambil air tidak layak konsumsi," ujar, Budi, Rabu (19/8).

Menurut Budi, siaga darurat bencana yang ditetapkan hingga September 2026, BPBD, TNI, Polri, Perumda Tirta Sukapura, Dinsos, PMI, Dolar Plastik, FKPPI, Tagana, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), Paguyuban Tionghoa, Asia Plaza, Samudra, memasok air bersih gratis mencapai 454.000 liter.

Namun, pengiriman air bersih terus dilakukan agar meringankan beban bagi warga terdampak  krisis air.

"Bencana el nino yang terjadi membuat banyak warga di pelosok perkampungan sudah semakin parah terjadi di Kecamatan Mangkubumi, Purbaratu, Kawalu, Cipedes, Tamansari, Cibeureum, Indihiang dan Bungursari. Akan tetapi, pengambilan air bersumber dari Perumda Tirta Sukapura Tasikmalaya meski kondisi sumber air di musim kemarau sudah menyusut," katanya.

Sementara itu, Mumu, warga Kelurahan Margabakti, Cibeureum mengatakan, krisis air bersih yang terjadi selama ini semakin meluas di berbagai daerah dan kondisinya semakin parah tidak. Namun, kekeringan yang terjadi di tahun ini membuat dirinya terpaksa harus membawa pakaian kotor ke kantor dan untuk kebutuhan memasak, minum, cuci pakaian, wudlu mengandalkan bantuan dari BPBD.

"Krisis air bersih yang terjadi masih banyak warga mengandalkan bantuan dari BPBD meski sebagian terpaksa mengungsi ke saudaranya tidak hanya sekedar mandi, tapi mencuci pakaian. Pemerintah daerah harus memikirkan jangka panjang supaya musim kemarau bisa teratasi dan jangan sampai warga terus membeli air isi ulang meski kondisi ekonomi kurang stabil," pungkasnya. (AD)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |