Ilustrasi(Dok Istimewa)
Ratusan titik panas atau hotspot yang terindikasi sebagai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus bermunculan di enam kabupaten di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Berdasarkan data terbaru pada Minggu (20/8), satelit mendeteksi sebanyak 268 titik panas yang tersebar di wilayah tersebut.
Analis Kebencanaan Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel, Hardiansyah, mengungkapkan bahwa data tersebut merujuk pada informasi dari BMKG Pangkalpinang. Menurutnya, lonjakan titik panas ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem.
"Panasnya luar biasa, belum lagi angin kencang. Itulah mengapa setiap hari selalu ada titik panas yang diduga karhutla," ujar Hardiansyah.
Berdasarkan rincian data satelit, sebaran 268 titik panas tersebut meliputi:
- Kabupaten Bangka Tengah: 52 titik
- Kabupaten Bangka Selatan: 50 titik
- Kabupaten Belitung Timur: 50 titik
- Kabupaten Bangka Barat: 43 titik
- Kabupaten Belitung: 38 titik
- Kabupaten Bangka: 35 titik
Hardiansyah menegaskan bahwa hampir seluruh wilayah di Bangka Belitung kini dikepung titik panas, kecuali Kota Pangkalpinang. Tingkat akurasi dari 268 titik panas tersebut berada di angka 8 dan 9, yang berarti indikasi kuat telah terjadi kebakaran hutan dan lahan di lokasi tersebut.
"Terlepas ada atau tidak, kami tetap mengimbau BPBD di enam kabupaten tersebut untuk melakukan pengecekan lokasi. Jika benar terjadi karhutla, segera lakukan tindakan pemadaman agar api tidak meluas," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kejadian karhutla kini hampir terjadi setiap hari, dengan intensitas tinggi terpantau di Belitung Timur. Sebagai catatan, pada Sabtu kemarin telah terjadi tiga insiden karhutla, yakni dua kejadian di Belitung Timur dan satu kejadian di Bangka Barat dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 2 hektar.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca panas dan angin kencang ini. Warga diminta untuk tidak melakukan aktivitas yang memicu api, seperti membakar lahan, membakar sampah sembarangan, hingga membuang puntung rokok yang masih menyala.
Peringatan BPBD: Masyarakat diminta waspada dan tidak membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah di area terbuka guna mencegah perluasan titik api.


















































