3 Brand Audio Mewah yang Kini Dimiliki Bose

2 days ago 1
3 Brand Audio Mewah yang Kini Dimiliki Bose 3 brand audio high-end di bawah naungan Bose.(Dok. Yahoo Tech)

BOSE Corporation selama ini dikenal sebagai raksasa teknologi audio yang memelopori fitur noise-cancelling pada headphone modern. Namun, banyak konsumen yang mungkin belum menyadari bahwa portofolio perusahaan ini telah merambah jauh ke segmen audio ultra-mewah (high-end).

Pada November 2024, Bose melakukan langkah strategis dengan mengakuisisi McIntosh Group, induk perusahaan dari beberapa nama paling bergengsi di dunia audio. Akuisisi yang diperkirakan bernilai sekitar US$225 juta (sekitar Rp3,5 triliun) ini bertujuan untuk menggabungkan riset audio terdepan milik Bose dengan keahlian manufaktur perangkat mewah milik McIntosh Group, sekaligus memperkuat posisi mereka di sektor otomotif premium.

Berikut adalah tiga brand audio ternama yang kini berada di bawah naungan Bose Corporation berdasarkan data akuisisi tersebut:

1. Sonus Faber

Didirikan pada tahun 1983, Sonus Faber adalah produsen perangkat audio asal Italia yang terkenal dengan keahlian tangan (handcrafted) dan desain artistiknya. Berbeda dengan produk Bose yang menyasar konsumen umum, Sonus Faber menargetkan pasar audiophile kelas atas dengan koleksi speaker yang menyerupai karya seni.

Produk mereka mencakup berbagai kategori, mulai dari bookshelf speakers hingga sistem home cinema kustom. Rentang harganya sangat kontras dengan produk audio mainstream; salah satu produk termurahnya, subwoofer Transmitter, dibanderol sekitar Rp9,6 juta (£460). Sementara itu, produk unggulan mereka seperti speaker lantai Aida dapat mencapai harga fantastis sekitar Rp2,5 miliar (£120.000) per pasang.

Selain perangkat rumah tangga, Sonus Faber memiliki jejak kuat di industri otomotif mewah. Mereka merupakan mitra teknis resmi untuk sistem suara pada supercar Lamborghini Revuelto dan Temerario, serta pernah berkolaborasi dengan Maserati dan Pagani.

2. McIntosh Laboratory

McIntosh Laboratory adalah ikon audio asal Amerika Serikat yang berbasis di New York dan telah berdiri sejak 1949. Brand ini sangat mudah dikenali melalui ciri khas panel depan dengan "blue meter" yang ikonik pada amplifier mereka. McIntosh memiliki sejarah panjang dalam budaya populer, termasuk menyediakan sistem penguat suara untuk festival legendaris Woodstock 1969.

Produk McIntosh dikenal karena durabilitas dan performa soniknya yang luar biasa. Salah satu produk ikonik mereka, speaker lantai McIntosh XRT2.1K, dijual dengan harga sekitar Rp1,2 miliar (US$80.000). Selain amplifier dan speaker, McIntosh juga merambah ke sistem hiburan otomotif, seperti yang tersemat pada kendaraan premium Jeep Wagoneer Series III.

3. Sumiko Phono Cartridges

Bagi para pecinta piringan hitam (vinyl), nama Sumiko tentu sudah tidak asing lagi. Selama hampir 40 tahun, Sumiko telah memproduksi phono cartridges (bagian pada pemutar piringan hitam yang menampung jarum/stylus) berkualitas tinggi yang dirakit secara manual di Yokohama, Jepang.

Sumiko menawarkan dua jenis teknologi utama:

  • Moving Magnet (MM): Seri Oyster seperti Moonstone dan Wellfleet menjadi pilihan bagi pemula dengan harga berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp12,5 juta.
  • Moving Coil (MC): Seri Reference seperti Starling dan Songbird menawarkan detail suara yang lebih presisi dengan harga premium mulai dari Rp15,7 juta hingga lebih dari Rp31 juta per unit.

Ringkasan Akuisisi Bose atas McIntosh Group:

Aspek Detail Informasi
Waktu Akuisisi November 2024
Estimasi Nilai US$225 Juta (Rp3,5 Triliun)
Brand Utama Sonus Faber, McIntosh Laboratory, Sumiko
Fokus Strategis Audio High-End, Luxury Automotive, Marine Audio

Dengan penggabungan ini, Bose tidak hanya menguasai pasar audio konsumen sehari-hari, tetapi juga memantapkan posisinya di puncak piramida audio mewah dunia. (Yahoo Tech/Z-10)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |