3 Faktor Utama Pemicu Penuaan Dini dan Cara Mencegahnya

3 weeks ago 35
3 Faktor Utama Pemicu Penuaan Dini dan Cara Mencegahnya ilustrasi(Magnific)

PAKAR kedokteran fungsional yang berbasis di Pennsylvania, Amerika Serikat, Dr. Will Cole, mengungkapkan bahwa kombinasi faktor gaya hidup modern dan paparan lingkungan dapat memicu gangguan fungsi sel yang signifikan. Kondisi tersebut menjadi salah satu pendorong utama terjadinya percepatan penuaan biologis (biological aging).

Menurut Cole, struktur genetika manusia pada dasarnya tidak mengalami perubahan berarti selama ribuan tahun. Namun, lingkungan dan ekosistem tempat manusia hidup telah berubah secara drastis dalam kurun waktu yang sangat singkat.

"Ini berkaitan dengan makanan yang kita konsumsi atau tidak kita konsumsi, racun lingkungan yang sebelumnya tidak ada di sekitar kita, serta stres dan trauma," kata Cole, seperti dikutip dari laporan New York Post, Kamis (27/8)

Berbagai tekanan eksternal dan internal tersebut memicu ketidaksesuaian antara usia biologis seseorang dengan usia kronologisnya.

"Banyak orang berusia 20-an, 30-an, dan 40-an memiliki sel seperti orang lanjut usia. Hal itu umum terjadi, tetapi bukan sesuatu yang normal," tegas Cole.

Tiga Faktor Utama Pemicu Penuaan Dini

Cole mengidentifikasi tiga faktor dominan yang paling merusak komunikasi antarsel sehingga memicu cellular noise (kebisingan seluler), kondisi yang membuat sel mengalami disfungsi, penuaan dini, serta rentan terhadap penyakit:

1. Pola Makan Tidak Sehat dan Jam Makan Tak Teratur

Mengonsumsi makanan yang memicu peradangan (inflammation) dan tidak memberi manfaat gizi menjadi pemicu utama keruskaan sel. Selain itu, tidak memiliki jendela waktu makan yang konsisten, seperti makan sepanjang hari tanpa memberikan jeda bagi tubuh untuk mencerna dan berpuasa, dapat mengganggu keseimbangan alami sel.

2. Paparan Racun Lingkungan dan Cahaya Biru (Blue Light)

Paparan herbisida dan pestisida yang kerap dikategorikan sebagai forever chemicals (bahan kimia persisten yang sulit terurai) berpotensi merusak fungsi organ. Selain itu, patogen infeksius (bakteri, virus), jamur, serta paparan cahaya biru malam hari dari layar elektronik dapat mengganggu ritme sirkadian. Sebaliknya, konsistensi jadwal tidur-bangun serta paparan sinar matahari siang sangat direkomendasikan untuk mendukung kualitas tidur dan pemulihan sel.

3. Stres Kronis danTrauma

Stres berkepanjangan, trauma masa lalu yang belum terselesaikan, serta isolasi sosial menjadi pemicu meningkatnya cellular noise. Sejumlah penelitian observasional menunjukkan bahwa keterlibatan dalam aktivitas komunitas, spiritualitas, atau koneksi dengan alam mampu menurunkan penanda peradangan (inflammatory markers) dan meningkatkan kesehatan secara menyeluruh.

Pentingnya Keseimbangan Fisik

Dr. Will Cole menilai bahwa berbagai beban kehidupan modern sering kali menggerogoti fungsi tubuh secara tak kasatmata. Ia menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan fisik, mental-emosional, dan spiritual secara holistik guna meredam apa yang ia sebut sebagai epigenetic noise (kebisingan epigenetik).

"Sel menjadi kebingungan dan tidak tahu bagaimana berfungsi dengan baik maupun memperbaiki dirinya sendiri. Kita hanya perlu memberikan kesempatan kepada tubuh untuk melawan dan mampu mendengar di tengah kebisingan tersebut," pungkas Cole. (Ant/P-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |