3 Kecamatan di Palembang Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang

4 weeks ago 5
3 Kecamatan di Palembang Krisis Air Bersih Akibat Kemarau Panjang ilustrasi(Antara)

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan, mengidentifikasi tiga kecamatan di wilayahnya tengah mengalami krisis air bersih yang cukup parah. Kondisi ini dipicu oleh kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa pekan terakhir.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengungkapkan bahwa tiga wilayah yang menjadi fokus perhatian utama adalah Kecamatan Sukarami, Sematang Borang, dan Jakabaring. Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta penanganan kekeringan di Palembang, Senin (25/8).

Distribusi Air Bersih Melalui Tanki

Menyikapi kesulitan warga dalam mendapatkan sumber air bersih, Pemkot Palembang telah menyiapkan langkah darurat. Ratu Dewa menyatakan pihaknya bersinergi dengan PDAM Tirta Musi serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) untuk menyalurkan bantuan.

"Kami akan melakukan pengaturan penyediaan tanki air bersih di tiga kecamatan tersebut. Pendistribusiannya akan diatur berdasarkan waktu dan tingkat kebutuhan warga yang paling mendesak," ujar Ratu Dewa.

Siaga Karhutla dan Dampak Kabut Asap

Selain krisis air, ancaman kebakaran lahan dan kabut asap juga menjadi prioritas pemerintah daerah. Wali Kota menginstruksikan seluruh pemerintah kecamatan di Palembang untuk segera mendirikan posko siaga karhutla.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Palembang juga diminta untuk menyiagakan armada mobil pemadam kebakaran, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan terjadi kebakaran lahan.

Kebijakan Pendidikan dan Aktivitas Luar Ruang

Dampak buruk kualitas udara akibat kabut asap mulai memengaruhi sektor pendidikan dan pelayanan publik. Pemkot Palembang telah mengeluarkan surat imbauan yang melarang sekolah-sekolah menggelar aktivitas di luar kelas, termasuk upacara bendera. Aturan serupa juga berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Palembang.

Lebih lanjut, pemerintah sedang mengkaji opsi untuk mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi sistem daring (online). "Keputusan final mengenai kemungkinan sekolah daring akan diambil bersama Dinas Pendidikan Kota Palembang hari ini," pungkasnya. (Ant/E-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |