Pegolf Indonesia Amadeus Christian Sutanto.((Dok The Indonesia Pro-Am))
TIGA pegolf Indonesia memastikan langkah ke putaran final nomor individual turnamen The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura 2026. Kevin Caesario Akbar, Amadeus Christian Sutanto, dan Peter Gunawan berhasil melewati batas cut setelah menyelesaikan putaran kedua turnamen yang bergulir di Gunung Geulis Country Club, Bogor, Kamis (20/8).
Putaran kedua berlangsung di dua lapangan yaitu West Course dan East Course. Batas cut nomor individual ditetapkan pada skor total 139 atau tiga di bawah par. Kevin menjadi wakil Indonesia dengan posisi terbaik. Dia berada di peringkat keempat dengan catatan 10 di bawah par. Posisi tersebut membuat Kevin tetap berada dalam persaingan perebutan gelar termasuk peluang meraih gelar keduanya di ajang ini.
Kevin sebelumnya mencatat sejarah dengan menjadi juara pada debut The Indonesia Pro-Am pada 2023. Kini, ia kembali memiliki kesempatan mengulang pencapaian tersebut.
Dua pegolf Indonesia lainnya yang lolos ialah Amadeus Christian Sutanto dan Peter Gunawan. Amadeus membukukan skor total 136 atau 6 di bawah par sedangkan Peter tepat berada di batas cut dengan 3 di bawah par.
Bagi Amadeus, keberhasilan menembus putaran final memiliki arti khusus. Ini menjadi cut pertama yang berhasil dilewatinya dalam debutnya di Asian Development Tour pada musim pertamanya sebagai pegolf profesional.
Kejutan juga muncul di persaingan nomor individual. Pegolf Tiongkok Andy Xu tampil sebagai pemain dengan skor terbaik pada putaran kedua setelah membukukan 64 pukulan atau 7 di bawah par.
Penampilan tersebut mengangkat Xu ke puncak klasemen dengan total 130 pukulan atau 12 di bawah par. Pegolf berusia 24 tahun itu baru berstatus profesional sejak 2024 setelah menyelesaikan pendidikan di University of San Diego, Amerika Serikat.
Xu mengakui kondisi lapangan bukan perkara mudah. Tantangan terbesar menurutnya terdapat pada area green yang cukup sulit ditaklukkan. "Saya bermain di West Course hari ini. Kondisinya memang tidak mudah. Tentu saja ada banyak kesempatan untuk birdie, tetapi greennya cukup sulit. Saya melakukan dua atau tiga putt hari ini," kata Xu.
Meski demikian, Xu mampu menjaga permainan tetap terkendali. Ia memilih tidak bermain terlalu agresif dan lebih memperhatikan kecepatan putt. "Tapi saya tetap menjaga, memasukkan banyak putt, dan mendapatkan speed yang tepat. Hal utama adalah jangan terlalu agresif dan tetap menjaga kecepatan. Itu sangat membantu saya hari ini," lanjutnya.
Meski begitu, posisi Xu belum sepenuhnya aman. Ia hanya unggul satu pukulan atas Khavish Varadan dari Malaysia dan Darcy Brereton dari Australia yang sama-sama mengoleksi 11 di bawah par. Ancaman juga datang dari Nitithorn Thippong asal Thailand dan Kevin Caesario Akbar dengan catatan 10 di bawah par. Lantaran jarak yang rapat di papan atas, persaingan perebutan gelar pada putaran final dipastikan terbuka.
Persaingan nomor beregu juga semakin mengerucut. Sebanyak 20 tim berhasil melewati cut dan berhak tampil pada putaran final, Jumat (21/8). Dua tim kombinasi Thailand-Indonesia berbagi posisi teratas. Parathakorn Suyasri (Thailand)/Luke Evan Moore (Am) dan Waris Manthorn (Thailand)/Steven Dirga Setya (Am) sama-sama mengumpulkan 119 pukulan.
Keduanya hanya unggul satu pukulan atas tiga tim yang berada di posisi berikutnya. Khavish Varadan (Malaysia)/Yosia Raja Simarmata (Am), Michele Ortolani (Italia)/Maureen Shavelle Yose (Am), serta Jazz Janewattananond (Thailand)/Matthew Wanandi (Am) sama-sama mengoleksi 120 pukulan. Batas cut nomor beregu ditetapkan pada total 125 pukulan. Persaingan menuju gelar beregu pun masih terbuka lebar. (Dhk/P-3)













































