400 Warga Korban Gempa Nagekeo Dapat Layanan Kesehatan Polri

4 weeks ago 6
400 Warga Korban Gempa Nagekeo Dapat Layanan Kesehatan Polri Tim Medis dari Polri memberikan layanan kesehatan kepada pengungsi korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/8).(Humas Polda NTT)

SEKITAR 400 warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, telah mendapat pelayanan di Posko Kesehatan Polri. Keluhan kesehatan yang ditemukan antara lain infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), flu, batuk, dan gastritis atau peradangan lambung.

Ketua Tim Kesehatan Pusdokkes Polri Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi mengatakan, seluruh warga yang datang mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. “Seluruh warga yang datang mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing,” kata Ahmad Fauzi lewat keterangan tertulis, Selasa (2/8).

Menurutnya, kondisi kesehatan warga yang sebelumnya mengalami berbagai gangguan tersebut kini hampir seluruhnya sudah teratasi, namun warga terdampak masih membutuhkan layanan kesehatan untuk menangani berbagai keluhan yang muncul selama berada di lokasi pengungsian maupun wilayah terdampak.

Trauma Healing

Selain itu, penanganan warga terdampak gempa juga dilakukan melalui dukungan psikologis, terutama bagi anak-anak yang masih berada di lokasi pengungsian.

Di Posko Pengungsian Nagekeo, Tim Psikologi SSDM Polri bersama sejumlah satuan kerja Polri, termasuk Brimob dan Propam, menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi. Kegiatan dilakukan melalui permainan, bernyanyi, interaksi, dan aktivitas edukatif yang disesuaikan dengan usia anak. Kegiatan tersebut ditujukan membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kecemasan setelah mengalami gempa.

Salah satu personel Tim Psikologi Polri, Ipda Dhira Dharmika, mengatakan trauma healing menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana. “Tim Psikologi Polri berfokus untuk menghilangkan trauma masyarakat yang menjadi korban gempa NTT,” kata Dhira.

Menuut Ipda Dhira, kegiatan psikologis untuk melengkapi penanganan kesehatan bagi warga terdampak, mengingat pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak yang mengalami langsung situasi bencana. (Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |