penanganan karhutla.(dok.Kemenhut)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 437,3 hektare lahan masih dalam penanganan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan penanganan karhutla masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Pemerintah terus mengerahkan satuan tugas darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran.
“Ini enam provinsi prioritas yang sekarang sedang dipadamkan hari ini. Itu 437,3 hektare,” kata Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Kalimantan Timur , Senin (14/9).
Enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla pemerintah yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Menurut Suharyanto, kondisi di sejumlah daerah mulai terkendali. Riau, misalnya, disebut mulai mengalami hujan sehingga kondisi kebakaran relatif lebih terkendali. “Riau juga agak banyak, tetapi karena di sana juga hujannya sudah mulai muncul, sehingga relatif terkendali,” ujarnya.
Sementara itu, Kalimantan Tengah masih menjadi salah satu wilayah dengan kondisi kebakaran dan kualitas udara yang perlu mendapat perhatian. Pemerintah terus melakukan operasi pemadaman sekaligus mengantisipasi meluasnya kebakaran.
Suharyanto menegaskan penanganan karhutla tidak hanya mengandalkan operasi udara. Satgas darat tetap menjadi kekuatan utama karena lebih efektif menjangkau titik-titik kebakaran yang dapat diakses melalui jalur darat.
Operasi udara dengan helikopter water bombing tetap dilakukan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses. Namun, ia mengatakan penggunaan helikopter membutuhkan biaya besar dan kemampuan pemadaman per hari relatif terbatas dibandingkan operasi darat.
Pemerintah pusat juga terus mengevaluasi perkembangan karhutla secara harian. Setiap perkembangan dilaporkan kepada pemerintah pusat sebagai dasar untuk menentukan kebutuhan tambahan personel maupun peralatan.
Suharyanto meminta pemerintah daerah memperkuat penanganan agar wilayah yang saat ini berada di luar provinsi prioritas tidak ikut mengalami peningkatan kebakaran. Ia berharap kondisi karhutla di sejumlah provinsi dapat segera terkendali sehingga beban operasi pemadaman nasional tidak semakin besar. (Ata/P-3)


















































