Gonta-ganti jenis BBM ternyata berisiko merusak mesin.(Dok. Suzuki)
BANYAK pengemudi beranggapan bahwa sering mengganti jenis bahan bakar minyak (BBM) dapat memberikan manfaat lebih atau sekadar mencoba efisiensi dari berbagai merek yang tersedia. Namun, kenyataannya setiap jenis BBM memiliki karakteristik dan nilai oktan yang berbeda-beda, yang telah disesuaikan dengan spesifikasi mesin tertentu.
Mesin kendaraan modern dirancang untuk bekerja pada nilai kompresi yang spesifik. Jika Anda sering beralih dari satu jenis BBM ke jenis lainnya—misalnya dari Pertamax ke Pertalite atau mencampur berbagai merek secara tidak konsisten—mesin akan dipaksa untuk terus-menerus menyesuaikan sistem pembakarannya. Hal ini dalam jangka panjang dapat memicu masalah serius pada performa dan keawetan komponen internal.
Dampak Negatif Sering Gonta-Ganti BBM
Berikut adalah beberapa risiko yang perlu Anda waspadai jika memiliki kebiasaan sering berganti jenis bahan bakar:
1. Performa Mesin Menurun
Perubahan bahan bakar yang tidak konsisten membuat mesin bekerja tidak stabil. Efek yang paling terasa adalah mesin menjadi "loyo" atau kurang bertenaga. Dalam beberapa kasus, kendaraan bahkan menjadi sulit dihidupkan, terutama pada pagi hari. Ketidakstabilan ini juga menyebabkan mesin lebih cepat panas karena sistem pembakaran tidak bekerja secara optimal.
2. Kerusakan Komponen Internal
Komponen vital seperti piston, ring piston, dan katup (klep) sangat rentan terhadap perubahan kualitas bahan bakar. Campuran bahan bakar yang tidak tepat meningkatkan gesekan di dalam ruang bakar, yang mempercepat keausan. Jika dibiarkan, katup bisa menjadi longgar atau tidak rapat, sehingga mengganggu siklus pembakaran dan memerlukan biaya perbaikan yang besar.
3. Konsumsi BBM Menjadi Lebih Boros
Alih-alih menghemat biaya, gonta-ganti BBM justru bisa membuat mobil lebih boros. Hal ini terjadi karena mesin harus bekerja ekstra keras untuk menyesuaikan diri dengan perbedaan formula bahan bakar. Penurunan efisiensi ini memaksa mesin mengonsumsi lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga yang sama seperti biasanya.
4. Peningkatan Emisi Gas Buang
Pembakaran yang tidak sempurna akibat ketidakkonsistenan bahan bakar akan meningkatkan kadar emisi gas buang. Selain memperburuk polusi udara, gas buang yang kotor ini dapat merusak komponen katalisator (catalytic converter) yang berfungsi menyaring polutan. Kerusakan pada bagian ini tentu akan merugikan lingkungan sekaligus kesehatan kendaraan Anda.
5. Penumpukan Kerak di Ruang Bakar
Setiap produsen BBM memiliki formula aditif yang berbeda. Sering berganti jenis BBM dapat memicu timbulnya residu atau kerak karbon di ruang bakar dan sistem injeksi. Penumpukan kerak ini akan menurunkan nilai kompresi mesin, sehingga performa kendaraan menurun secara drastis seiring berjalannya waktu.
Tips Penting: Jika Anda ingin beralih ke jenis BBM lain, pastikan untuk menghabiskan bahan bakar yang lama terlebih dahulu hingga tangki hampir kosong, kemudian gunakan bahan bakar baru tersebut secara konsisten. Hindari kebiasaan mencampur berbagai jenis BBM dalam satu tangki.
Pentingnya Konsistensi
Menjaga konsistensi dalam memilih bahan bakar adalah kunci utama agar mesin tetap awet. Setiap mesin kendaraan sudah memiliki rekomendasi pabrikan terkait nilai oktan yang dibutuhkan. Dengan menggunakan BBM yang sesuai secara terus-menerus, proses pembakaran akan tetap sempurna, emisi terjaga, dan komponen mesin terhindar dari kerusakan dini.
Kesimpulannya, meskipun mengganti BBM sesekali dalam keadaan darurat tidak akan langsung merusak mesin, menjadikannya sebagai kebiasaan adalah langkah yang berisiko. Selalu perhatikan rekomendasi pada buku manual kendaraan Anda dan lakukan perawatan rutin agar performa mobil tetap optimal dalam jangka panjang. (Suzuki/Z-10)


















































