500 Jiwa Terdampak Kekeringan, PMI Kota Sukabumi Gercep Distribusikan Bantuan Air Bersih

4 weeks ago 6
500 Jiwa Terdampak Kekeringan, PMI Kota Sukabumi Gercep Distribusikan Bantuan Air Bersih BANTUAN AIR BERSIH: Relawan PMI Kota Sukabumi mendistribusikan bantuan air bersih bagi warga Kampung Cibuntu RT 01 Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum.(MI/Benny Bastiandi)

DAMPAK kekeringan terus meluas di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Terutama krisis air bersih yang dialami sejumlah warga di berbagai wilayah.

Di Kampung Cibuntu RT 01 Kelurahan Sindangpalay Kecamatan Cibeureum misalnya, terdapar 120 kepala keluarga yang mengalami kesulitan mengakses air bersih. Pasalnya, debit air sumur bor di rumah-rumah warga terus menyusut.

Selama kekeringan, mereka biasa membeli air galon isi ulang. Namun kondisi itu cukup menguras isi kantong masyarakat karena dalam sehari bisa menggunakan beberapa galon untuk memenuhi kebutuhan utama.

Staf Pelayanan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi, Dinar Mochamad, mengatakan di wilayah itu terdapat hampir 500 jiwa yang mengalami krisis air bersih. PMI dan BPBD setempat dibantu sokong Perumda Air Minum Tirta Bumi Wibawa bergerak cepat mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak.

"Kami sudah mendistribusikan sebanyak 5 ribu liter air bersih bagi 120 kepala keluarga atau 500 jiwa di Kampung Cibuntu RT 01 Kelurahan Sindangpalay, Kecamatan Cibeureum," kata Dinar, Minggu (23/8). 

Bagi masyarakat yang terdampak, distribusi air bersih menjadi bantuan penting di tengah kondisi sumber air yang semakin terbatas. Air digunakan berbagai keperluan seperti memasak, mencuci, mandi, serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

"PMI dengan dukungan air PDAM terus melakukan distribusi air bersih ke wilayah-wilayah yang membutuhkan. Kami melakukan asesmen untuk melihat kondisi masyarakat dan kebutuhan air di lapangan, sehingga bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran," ujar Dinar.

Penanganan krisis air bersih tidak hanya dilakukan dengan mendistribusikan bantuan. PMI juga sekaligus mengedukasi masyarakat pentingnya menjaga kebersihan serta menggunakan air secara bijak selama kondisi kemarau berlangsung.

"Selain distribusi air, kami juga melakukan promosi kebersihan dan mengajak masyarakat untuk menghemat penggunaan air. Harapannya, bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjaga kesehatan selama menghadapi kemarau," pungkas Dinar. (BB/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |