700.000 Orang Tewas, Google Andalkan AI Prediksi Bencana Lebih Cepat

3 days ago 14
700.000 Orang Tewas, Google Andalkan AI Prediksi Bencana Lebih Cepat Ilutrasi deteksi dini bencana dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI)(Magnific)

BENCANA alam telah menewaskan sekitar 700.000 orang dalam satu dekade, menurut data United Nations. Di tengah meningkatnya risiko cuaca ekstrem, Google mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pemerintah dan masyarakat mendapatkan peringatan bencana lebih cepat, mulai dari banjir hingga badai dan kebakaran hutan.

Angka 700.000  merujuk pada laporan United Nations mengenai korban akibat berbagai peristiwa bencana dalam satu dekade. Sementara 1,7 miliar lainnya terdampak.

Upaya Google menjadi bagian dari dukungan terhadap inisiatif Early Warnings for All yang digagas United Nations dengan memanfaatkan AI untuk mendeteksi, memprediksi, dan menyampaikan informasi terkait ancaman bencana. 

Salah satu teknologinya, Flood Hub, mampu memprediksi banjir sungai hingga tujuh hari sebelumnya dan kini mencakup wilayah berisiko di lebih dari 150 negara, dengan potensi menjangkau sekitar 2 miliar orang melalui Google Search, Google Maps, serta notifikasi Android di sejumlah negara.

Google juga memanfaatkan AI untuk memperkirakan banjir bandang perkotaan yang sulit diprediksi secara konvensional dengan menggabungkan data cuaca, pengukuran sungai, citra satelit, dan data historis. 

Melalui Groundsource, Google mengidentifikasi jutaan kejadian banjir bandang di berbagai wilayah dan mengembangkan sistem yang mampu memberikan prediksi hingga 24 jam sebelumnya, sehingga masyarakat, pemerintah, dan organisasi kemanusiaan memiliki waktu lebih untuk melakukan evakuasi dan mempersiapkan bantuan.

AI Google

Teknologi AI Google juga dimanfaatkan untuk memantau kebakaran hutan melalui citra satelit dan model AI yang membantu melacak perkembangan serta batas api, dengan sistem yang kini tersedia di 34 negara.  Google bekerja sama dengan Earth Fire Alliance dan Muon Space melalui konstelasi satelit FireSat untuk mempercepat deteksi kebakaran.

Sementara bersama UNOSAT, AI digunakan untuk menganalisis kerusakan pascabencana, termasuk membantu menilai lebih dari 385.000 bangunan terdampak Badai Melissa di Jamaika pada 2025. Teknologi prediksi memang tidak dapat menghentikan bencana, tetapi tambahan waktu beberapa jam hingga beberapa hari dapat membantu masyarakat melakukan evakuasi, mengamankan barang, dan mempersiapkan layanan darurat. 

Sistem peringatan dini juga dinilai dapat mengurangi risiko korban jika informasi diterima masyarakat dan segera diikuti tindakan.

Di tengah meningkatnya cuaca ekstrem dan risiko bencana, tantangan penggunaan AI bukan hanya meningkatkan akurasi prediksi, tetapi memastikan informasi dapat disampaikan sebagai peringatan yang mudah dipahami dan mendorong tindakan nyata. 

Google melihat AI berpotensi membantu memperluas sistem peringatan dini, terutama di wilayah yang masih memiliki keterbatasan data dan infrastruktur pemantauan. (H-4)
 

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |