KRI Semarang-594 mengangkut bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tujuan Labuan Bajo, Sabtu (22/8/2026).(Dok BNPB)
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyalurkan 954.438 kilogram atau sekitar 954 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 15-22 Agustus 2026.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8) mengatakan bantuan tersebut didistribusikan dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju wilayah terdampak melalui Labuan Bajo dan Maumere.
Bantuan yang disalurkan berasal dari total 1.541.450 kilogram atau sekitar 1.541 ton yang diterima Pos Pendukung Logistik Nasional sejak 15 Agustus dari 72 donatur. Bantuan tersebut mencakup sembako, air mineral, tenda, selimut, kasur lipat, perlengkapan kesehatan, perlengkapan bayi, kebutuhan kebersihan dan peralatan penanganan darurat.
Dari bantuan yang telah disalurkan, sekitar 354 ton dikirim melalui 28 sortie pesawat Hercules TNI AU, sedangkan 600 ton berasal dari Dana Siap Pakai (DSP) yang dikirim menggunakan pesawat kargo komersial melalui 40 sortie.
Pada Sabtu (22/8), BNPB kembali mendistribusikan sekitar 42 ton bantuan melalui tiga sortie pesawat TNI AU menuju Maumere dan Labuan Bajo. Bantuan tersebut antara lain berupa sembako, beras, obat-obatan, tenda, selimut, kasur lipat, perlengkapan kesehatan, perangkat komunikasi, air mineral dan kebutuhan darurat lainnya.
147 Ton Diangkut KRI Semarang
Untuk memperkuat distribusi dalam jumlah besar, BNPB juga menyiapkan pengiriman bantuan melalui jalur laut menggunakan KRI Semarang-594 dari Pelabuhan Tanjung Priok menuju Labuan Bajo.
Bantuan tersebut direncanakan diberangkatkan pada Minggu (23/8) dengan total muatan 146.771 kilogram atau sekitar 147 ton menggunakan 16 truk.
Muatan terdiri atas sembako, mi cup, tenda pleton, selimut, velbed, beras, biskuit, air mineral, makanan ringan, perlengkapan kebersihan, popok, pembalut, kasur lipat, minyak goreng dan mi instan.
Sebelum pengiriman, Plt. Direktur Operasi, Jaringan dan Logistik Penanggulangan Bencana BNPB Brigjen TNI Hery Setiono melakukan pemeriksaan kesiapan dan pendampingan proses pemuatan bantuan di Pelabuhan Tanjung Priok, Sabtu (22/8).
587 Ton Bantuan Masih Tersedia
Sementara itu, Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma masih memiliki 587.012 kilogram atau sekitar 587 ton bantuan yang siap didistribusikan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.
Stok tersebut antara lain berupa paket sembako, beras, mi instan dan mi cup, biskuit, air mineral, susu, makanan siap saji, selimut, matras, velbed, terpal, kasur lipat, tenda, obat-obatan, perlengkapan bayi, perlengkapan kebersihan dan peralatan pendukung penanganan darurat.
BNPB juga menyiapkan distribusi melalui jalur udara pada Minggu (23/8) menggunakan satu Airbus dan dua Boeing dengan total muatan 36.892 kilogram atau sekitar 37 ton menuju Labuan Bajo dan Maumere.
BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, BUMN, dunia usaha dan organisasi kemanusiaan untuk memastikan bantuan dapat dimobilisasi dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak gempa di NTT. (PO/E-4)


















































