Abaikan Ancaman Penangkapan, Netanyahu Tetap Jadwalkan Hadir di Sidang Umum PBB New York

2 hours ago 5
Abaikan Ancaman Penangkapan, Netanyahu Tetap Jadwalkan Hadir di Sidang Umum PBB New York PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan tetap hadir di Sidang Umum PBB di New York meski sempat diancam akan ditangkap oleh Wali Kota Zohran Mamdani.(AFP)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan rencananya untuk menghadiri Sidang Umum PBB di Kota New York pada musim gugur mendatang. Pernyataan ini disampaikan meskipun Wali Kota New York, Zohran Mamdani, sempat mengancam akan menangkap sang pemimpin Israel terkait surat perintah Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Mamdani sendiri telah menarik ancaman tersebut pekan lalu. Ia mengakui tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan dari mahkamah kejahatan perang tertinggi di dunia tersebut.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Minggu, Netanyahu mengaku tidak khawatir dengan pernyataan Mamdani sebelumnya dan menuduh sang wali kota memicu kebencian.

"Dia seharusnya menjadi wali kota bagi seluruh warga New York, umat Yahudi, Kristen, Muslim, semua orang, tetapi dia mencoba mengadu domba satu kelompok dengan kelompok lainnya," ujar Netanyahu.

Netanyahu menyinggung dua insiden penikaman di New York pada Kamis lalu, di mana seorang tersangka menyasar seorang pria Yahudi dan seorang pria Asia. Polisi melaporkan pelaku sempat meneriakkan "Allahu akbar" dan kini dijerat pasal kejahatan atas dasar kebencian (hate crimes). Kedua korban selamat dari serangan tersebut.

Menanggapi insiden itu, Netanyahu menyebut warga Yahudi di New York saat ini berada dalam ketakutan. Pihak balai kota New York belum memberikan tanggapan atas pernyataan tersebut.

Polemik Surat Perintah Penangkapan ICC

Mamdani, yang dikenal sebagai pendukung gigih hak-hak Palestina, menjadikan penolakannya terhadap operasi militer Israel di Gaza sebagai pilar utama kampanyenya tahun lalu. Dalam pidatonya pekan lalu, ia secara terbuka menyebut Netanyahu sebagai seorang "penjahat perang".

Sebagai bagian dari janji kampanyenya, Mamdani berjanji akan menegakkan surat perintah penangkapan ICC tahun 2024 terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang di Gaza. Pihak Israel membantah tuduhan tersebut, dan Netanyahu menyebut tuduhan kejahatan perang itu sebagai hal yang "fiktif".

Operasi militer Israel di Gaza dimulai setelah serangan yang dipimpin Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera. Sejak saat itu, lebih dari 73.000 orang tewas akibat serangan Israel di Gaza, termasuk lebih dari 21.000 anak-anak, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dinilai andal oleh PBB.

Setelah dikonfirmasi kembali oleh The New York Times mengenai janji penangkapannya, Mamdani mengklarifikasi posisi hukum pemerintahannya.

"Kami tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk menegakkan surat perintah ini," kata Mamdani.

Kendati demikian, Mamdani mendesak pemerintah federal AS untuk menangkap sang PM dan menegaskan, "Benjamin Netanyahu tidak disambut di Kota New York." (BBC/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |