AI Coding Makin Populer, Microsoft Siapkan Model AI untuk Tangkal Ancaman Siber

1 hour ago 5
AI Coding Makin Populer, Microsoft Siapkan Model AI untuk Tangkal Ancaman Siber ilustrasi(Magnific)

PERKEMBANGAN kecerdasan buatan (AI) telah mempercepat pengembangan perangkat lunak. Sayangnya juga meningkatkan risiko munculnya celah keamanan, karena semakin banyak pengembang mengandalkan AI coding assistant untuk menulis dan memperbaiki kode. 

Para pakar keamanan siber memperingatkan tanpa perlindungan dan proses verifikasi yang memadai, penggunaan AI dapat memperbesar potensi kerentanan perangkat lunak. 

Menanggapi kondisi tersebut, Microsoft mengembangkan model AI khusus untuk mendeteksi dan memperbaiki kerentanan keamanan. Langkah ini dilakukan untuk menghadapi ancaman serangan siber yang semakin meningkat dan mulai memanfaatkan teknologi AI.

AI Percepat Pengembangan, tetapi Risiko Ikut Meningkat

Penggunaan AI dalam pengembangan perangkat lunak semakin meluas. Pasalnya AI mampu membantu membuat kode, menemukan bug, dan mengotomatiskan berbagai tugas pemrograman. 

Namun, AI juga dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk mencari celah keamanan dengan lebih cepat. 

Sebagai responnya, Microsoft memperkenalkan model keamanan siber MAI-Cyber-1-Flash dalam platform Project Perception yang dirancang untuk membantu analis mendeteksi, memprioritaskan, dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak secara lebih efisien, sehingga organisasi dapat lebih siap menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

AI Coding Agent Ternyata Masih Menyimpan Celah

Di balik manfaatnya, AI sebagai asisten pemrograman juga menyimpan risiko keamanan. 

Penelitian perusahaan keamanan siber Pillar menemukan sejumlah AI coding agent populer, seperti Cursor, Codex CLI, Gemini CLI, dan Antigravity, rentan terhadap serangan sandbox escape yang memungkinkan penyerang menjalankan perintah berbahaya di luar lingkungan eksekusi aman melalui manipulasi file proyek. 

Meski sebagian besar pengembang telah merilis pembaruan untuk menutup celah tersebut, Pillar menilai pendekatan keamanan konvensional belum memadai untuk menghadapi AI agent yang mampu memengaruhi sistem melalui serangkaian tindakan otomatis.

Mengapa Ancaman Ini Penting?

Semakin luasnya penggunaan AI dalam pemrograman membuat satu celah keamanan berpotensi tersebar ke banyak aplikasi jika kode yang dihasilkan tidak aman. 

Karena itu, para ahli menekankan bahwa AI harus diperlakukan sebagai alat bantu, sementara setiap kode tetap wajib melalui audit, pengujian keamanan, dan pemindaian kerentanan sebelum digunakan. 

Di tengah kondisi ini, industri keamanan siber memasuki babak baru ketika perusahaan teknologi memanfaatkan AI untuk memperkuat pertahanan, sementara pelaku kejahatan siber juga menggunakan teknologi yang sama untuk mencari dan mengeksploitasi kelemahan perangkat lunak. (Tech Radar/Axios/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |