Air India Tes Narkoba Seluruh Pilot Usai Insiden Anjloknya Pesawat di Phuket

3 hours ago 5
Air India Tes Narkoba Seluruh Pilot Usai Insiden Anjloknya Pesawat di Phuket Air India mewajibkan tes substansi terlarang bagi seluruh pilot menyusul insiden pesawat turun ketinggian mendadak akibat pilot diduga positif ganja.(Air India)

MASKAPAI penerbangan Air India mengumumkan akan segera melakukan tes substansi terlarang (banned substances) terhadap seluruh pilotnya. Kebijakan ini juga berlaku bagi pilot di anak perusahaannya yang berbiaya murah, Air India Express.

Langkah tegas ini diambil menyusul insiden mencekam yang menimpa penerbangan rute Phuket menuju Delhi pekan lalu. Pesawat jenis Airbus tersebut dilaporkan tiba-tiba kehilangan ketinggian sekitar 91 meter (300 kaki) tidak lama setelah lepas landas pada 4 Agustus. Peristiwa tersebut mengakibatkan 17 orang penumpang dan awak kapal mengalami luka-luka.

Berdasarkan laporan awal, kapten pilot senior pada penerbangan tersebut diminta melakukan tes ulang atas dugaan penggunaan obat terlarang. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa hasil tes pilot tersebut menunjukkan positif penggunaan ganja.

Saat ini, kedua pilot pada penerbangan tersebut telah dibebastugaskan dari tugas operasional hingga proses penyelidikan selesai. Otoritas penerbangan India, bekerja sama dengan tim Airbus dan badan keselamatan penerbangan Prancis, masih melakukan investigasi mendalam terkait insiden ini.

Langkah pemeriksaan menyeluruh yang diambil Air India ini melampaui aturan yang berlaku. Regulasi yang ada sebelumnya hanya mewajibkan tes acak kepada minimal 10 persen dari total pilot.

Dalam sebuah memo resmi perusahaan, Air India menegaskan komitmennya untuk memperketat pengawasan demi menjamin keamanan dan keselamatan penerbangan:

"Inisiatif ini, yang melampaui persyaratan regulasi, mencerminkan tekad kami untuk menegakkan standar keselamatan dan profesionalisme tertinggi, serta memberikan kepastian kepada para penumpang, pemangku kepentingan, dan masyarakat secara luas," tulis Air India.

Tes terhadap substansi terlarang maupun obat-obatan yang dilarang dalam regulasi penerbangan ini dilaksanakan secara bersamaan di akademi penerbangan Air India, pusat pengarahan (briefing centre), hingga area perkantoran maskapai.

Kebijakan ini menjadi sorotan di tengah upaya perbaikan citra maskapai setelah insiden penerbangan rute Ahmedabad ke London pada Juni 2025 yang jatuh tak lama usai lepas landas dan menewaskan 241 orang di dalam pesawat serta 19 orang di darat. Di sisi lain, mantan bos Ethiopian Airlines, Tewolde Gebremariam, baru saja resmi menjabat sebagai Chief Executive Air India yang baru. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |