Anwar Ibrahim Hadapi Konflik Internal, Kekalahan Pemilu Bayangi Kongres PKR Malaysia

2 hours ago 4
Anwar Ibrahim Hadapi Konflik Internal, Kekalahan Pemilu Bayangi Kongres PKR Malaysia Relawan mempersiapkan kongres PKR yang dijadwalkan berlangsung di Ayer Keroh, Melaka, pada Jumat (14/8).(NSTP/HAIRUL ANUAR RAHIM )

PARTAI Keadilan Rakyat (PKR) Malaysia menghadapi kongres tahunan di tengah serangkaian kemunduran elektoral dan konflik internal yang semakin mengemuka. Dalam dua pemilu negara bagian terakhir di Johor dan Negeri Sembilan, PKR hanya meraih tiga dari 36 kursi yang diperebutkan.

Hasil tersebut menambah catatan buruk PKR setelah partai yang dipimpin Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim itu juga tampil mengecewakan dalam pemilu Sabah pada November tahun lalu. Tiga hasil pemilu berturut-turut tersebut menjadi salah satu persoalan utama yang akan membayangi delegasi PKR dalam kongres di Melaka International Trade Centre, Ayer Keroh, Jumat (14/8).

Kongres yang semula dijadwalkan pada 26-28 Juni ditunda untuk memberikan waktu tambahan bagi mesin politik PKR mempersiapkan pemilu negara bagian Johor dan Negeri Sembilan. Namun, tambahan waktu tersebut tidak berujung pada perbaikan elektoral yang signifikan.

Persoalan internal juga menjadi perhatian. Lima anggota parlemen PKR pada Sabtu menuding partai menyalahgunakan kekuasaan setelah sejumlah anggota parlemen kehilangan akses ke portal alokasi khusus MyKhas.

Anggota parlemen Ampang, Rodziah Ismail, menjadi anggota parlemen PKR ketiga yang kehilangan akses tersebut setelah mantan anggota parlemen Subang Wong Chen dan anggota parlemen Petaling Jaya Lee Chean Chung.

Ketiganya diketahui menghadiri acara pada Mei yang menjadi momentum mantan tokoh PKR, Datuk Seri Rafizi Ramli dan Nik Nazmi Nik Ahmad, mengumumkan pengambilalihan Bersama.

Anwar membela mekanisme tersebut dengan mengatakan penyaluran dana secara langsung kepada institusi, bukan melalui anggota parlemen, merupakan praktik yang telah lama berlangsung. Penjelasan itu, bagaimanapun, belum meredakan persoalan di internal PKR.

Wong kemudian mengumumkan pengunduran dirinya dari PKR dan bergabung dengan Rafizi serta Nik Nazmi di Bersama. Kemunculan kelompok tersebut menjadi tantangan baru bagi PKR karena berpotensi memperebutkan basis pemilih yang sama, khususnya kalangan yang berorientasi pada agenda reformasi.

Nurul Izzah Mundur 

Krisis internal PKR juga terlihat dari keputusan Nurul Izzah Anwar meminta mundur sebagai wakil presiden. Dewan Pimpinan Pusat PKR pekan lalu memberikan cuti sementara kepada Nurul Izzah yang berlaku setelah kongres.

Kepala Informasi PKR Datuk Seri Fahmi Fadzil membantah keputusan tersebut menunjukkan ketidakstabilan partai. Nurul Izzah tetap dijadwalkan membuka kongres sayap perempuan dan pemuda PKR.

Namun, pengamat politik dari International Islamic University Malaysia, Associate Professor Syaza Shukri, menilai perpecahan di tubuh PKR semakin dalam.

"Perpecahan itu sudah begitu buruk sehingga saya tidak berpikir kita sedang membicarakan bagaimana mempertahankannya tetap utuh, tetapi bagaimana mempertahankan satu faksi tetap utuh. Rasanya hanya masalah waktu sebelum PKR terpecah," kata Syaza.

Menurut dia, kongres PKR menjadi momentum penting untuk melihat apakah partai akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kemunduran elektoral atau justru memilih memperkuat barisan di sekitar Anwar.

Nasib DAP Ikut Membayangi

Kongres PKR berlangsung bersamaan dengan kongres nasional Partai Aksi Demokratik (DAP). Sekitar 4.000 delegasi DAP dijadwalkan memberikan suara secara rahasia mengenai apakah para pemimpin partai tersebut akan tetap berada di pemerintahan hingga akhir masa jabatan parlemen.

Sekretaris Jenderal DAP Anthony Loke mengatakan komite eksekutif pusat tidak mengambil posisi sehingga keputusan diserahkan kepada para delegasi.

DAP merupakan salah satu mitra terpenting PKR dalam Pemerintahan Persatuan--koalisi besar yang menggabungkan Pakatan Harapan, Barisan Nasional (BN), Gabungan Partai Sarawak, dan blok lainnya. Jika para pemimpin DAP meninggalkan kabinet dan kembali menjadi anggota parlemen biasa, stabilitas pemerintahan persatuan berpotensi terdampak.

Anggota parlemen Pasir Gudang, Hassan Abdul Karim, mengatakan kader senior PKR telah memiliki pengalaman menghadapi krisis politik akibat Sheraton Move pada 2020, yang menyebabkan pemerintahan Pakatan Harapan pertama runtuh.

"Kami siap, bersama pimpinan PKR dan pemerintahan Madani--secara mental, emosional, dan strategis--menghadapi berbagai kemungkinan yang mungkin muncul dari kongres khusus DAP pada 16 Agustus. Insya Allah, kami siap menghadapinya," ujar Hassan.

Pemilu Melaka dan GE16

PKR kini juga mulai mempersiapkan pemilu Negara Bagian Melaka. Fahmi mengatakan partainya tengah melakukan pembicaraan dengan seluruh pihak, termasuk BN.

Kepala Menteri Melaka Datuk Seri Ab Rauf Yusoh disebut telah membuka peluang untuk menjalin komunikasi lintas partai. Sementara itu, Presiden Umno Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi sebelumnya menyatakan harapannya agar kerja sama BN dan Perikatan Nasional (PN) berlanjut dalam pemilu mendatang.

Pakatan Harapan saat ini berada di luar pemerintahan Negara Bagian Melaka setelah menarik dukungan pada Juli menyusul kontroversi amendemen konstitusi yang memungkinkan pengangkatan hingga tujuh anggota legislatif yang dinominasikan.

Bagi PKR, tantangan tidak hanya datang dari partai-partai lain. Kehadiran Bersama yang dipimpin Rafizi dan Nik Nazmi berpotensi menggerus dukungan dari kelompok pemilih reformis yang selama ini menjadi salah satu basis PKR.

Ketua PKR Setiawangsa, Datuk Afdlin Shauki, mengatakan kader akar rumput datang ke kongres dengan harapan memperoleh jawaban dan arah politik yang lebih jelas.

"Kami memahami bahwa selalu ada tantangan dalam segala hal, tetapi kami tetap berjuang setiap hari untuk membuat keadaan menjadi lebih baik bagi masyarakat di sekitar kami," kata Afdlin.

Syaza, bagaimanapun, meragukan kongres akan sepenuhnya menjawab keresahan kader akar rumput. Menurut dia, kongres kemungkinan lebih banyak digunakan untuk memperkuat barisan di sekitar Anwar dan mengalihkan kesalahan kepada Umno.

"Mereka perlu mencari cara untuk memenangi hati orang-orang Melayu 'tengah'. Jumlah mereka memang tidak banyak, tetapi mereka merupakan peluang terbesar PKR," ujar Syaza.

Kongres tersebut akan menjadi indikator apakah PKR benar-benar melakukan evaluasi atas kemunduran politiknya atau sekadar memperlihatkan kekompakan internal. Hasilnya juga akan memberi gambaran mengenai kesiapan partai menghadapi pemilu umum Malaysia berikutnya atau GE16. (New Straits Times/B-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |