Unhas membantah isu PKKMB FIB dibajak TNI. Kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin disebut merupakan undangan resmi untuk kuliah umum wawasan kebangsaan.(Instagram)
BEREDARNYA informasi di media sosial tentang dugaan pembajakan prosesi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Hasanuddin (Unhas) oleh TNI pada Rabu (12/8) langsung direpos oleh pihak kampus.
Kedua institusi menegaskan bahwa kehadiran Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, merupakan bagian dari undangan resmi Unhas untuk memberikan kuliah umum tentang wawasan kebangsaan dan bela negara kepada mahasiswa baru.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul viralnya narasi panitia PKKMB FIB tidak mengetahui kedatangan Pangdam, sehingga acara yang semula direncanakan berakhir pada pukul 16.00 WITA harus diperpanjang hingga pukul 17.10 WITA.
Ketua Panitia PKKMB FIB Unhas, Rezky Ramadhani SS MLitt, mengakui bahwa panitia menerima informasi mendadak mengenai kedatangan Pangdam setelah dihubungi pimpinan, saat rangkaian acara hampir selesai dan peserta hendak dibubarkan.
"Di rundown tidak ada kegiatan ini. Jadi kami langsung ditelpon sama pimpinan, bilang mau datang Pangdam di situ," jelasnya usai kegiatan.
Rezky juga mengungkapkan bahwa panitia mendapat protes dari mahasiswa baru yang telah kelelahan, namun tetap harus melanjutkan kegiatan karena mengikuti arahan pimpinan. Perubahan agenda itu juga disertai pengambilalihan operator untuk menampilkan video Pangdam pada videotron.
Unhas Bantah
Namun, Unhas melalui Kepala Subdirektorat Humas dan Dokumentasi, Ishaq Rahman, membantah narasi tersebut sebagai "disinformasi dan framing negatif" yang sengaja disebarkan pihak tidak bertanggung jawab.
Menurut penjelasan resmi Unhas, Pangdam XIV/Hasanuddin sedianya dijadwalkan hadir pada 11 Agustus 2026, bertepatan dengan hari pertama PKKMB Unhas. Karena kesibukan yang tidak dapat ditinggalkan, kehadirannya ditunda dan dikomunikasikan kepada pimpinan Universitas untuk hadir pada 12 Agustus 2026.
FIB dipilih sebagai lokasi kunjungan karena memiliki jumlah mahasiswa baru terbesar kedua dari seluruh fakultas di Unhas. Selain itu, kondisi ruangan GOR JK Arenatorium dinilai memungkinkan untuk kehadiran Pangdam dan rombongan.
"Unhas menegaskan bahwa rencana kedatangan Pangdam telah dikomunikasikan kepada pimpinan FIB, sehingga narasi bahwa panitia tidak mengetahui kedatangan Pangdam adalah tidak benar," tukas Ishaq.
Kegiatan bersama Pangdam Sulsel tersebut berlangsung kurang lebih satu jam dan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen Bangun Nawoko membawakan materi yang memotivasi mahasiswa dengan gaya patriotik dan penuh semangat, serta membuka ruang dialog dan diskusi.
Unhas juga membantah informasi adanya mahasiswa baru yang pingsan selama prosesi pembawaan materi. Meskipun ada mahasiswa yang kurang sehat karena kondisi kurang fit mengingat kegiatan PKKMB fakultas dimulai sejak pukul 08.00 pagi, panitia menyiapkan Tim Medis untuk menangani hal tersebut.
Terkait narasi penutupan pintu GOR yang dijaga aparat, Unhas menyebutnya sebagai hoax. Personil TNI yang mendampingi Pangdam hanya melakukan pengamanan sebagaimana lazimnya kunjungan petinggi militer di daerah, dan tidak melakukan intervensi terhadap pelaksanaan PKKMB.
Secara resmi Unhas membantah narasi yang menyebutkan kehadiran Pangdam pada PKKMB sebagai bentuk militerisme. "Unhas sebagai lembaga pendidikan tinggi dan TNI sebagai institusi pertahanan negara selalu bersinergi untuk mendukung nasionalisme dalam bingkai persatuan dan kesatuan," tegas Ishaq.
Senada dengan Unhas, Kepala Pendam XIV/Hasanuddin, Kolonel Arm Andi Akbar, juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh potongan video maupun narasi yang beredar di media sosial tanpa memahami konteks kegiatan secara utuh.
"TNI menghormati lingkungan akademik/kampus sebagai pusat peradaban," tutupnya. (Z-2)
















































