Kendaraan tamu undangan memasuki kompleks parlemen MPR/DPR/DPD RI pada Jumat (14/8/2026).( ANTARA/Adimas Raditya)
SEJUMLAH tamu undangan penting mulai berdatangan ke Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8/2026) pagi. Kedatangan para pejabat negara, diplomat, dan pimpinan lembaga ini berlangsung menjelang gelaran agenda kenegaraan Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR-DPD RI dalam rangka peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dikutip dari Antara, iring-iringan kendaraan tamu undangan, termasuk kendaraan pejabat negara dengan pengawalan ketat kepolisian, mulai memasuki area Kompleks Parlemen menjelang pembukaan sidang yang dijadwalkan dimulai pada pukul 08.30 WIB.
Sederet tokoh penting dijadwalkan hadir, mulai dari para duta besar negara sahabat, menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga negara, hingga mantan Presiden dan Wakil Presiden serta mantan pimpinan parlemen lintas periode.
Dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI tahun ini, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyampaikan Pidato Kenegaraan sekaligus memaparkan laporan kinerja lembaga-lembaga negara di hadapan seluruh wakil rakyat.
Kedatangan para tamu VVIP dan VIP berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat keamanan gabungan yang disiagakan di seluruh pintu akses menuju kawasan parlemen. Petugas di lapangan tampak sibuk mengatur pergerakan arus kendaraan guna menjamin kelancaran mobilitas para peserta sidang.
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mengimbau para pengguna jalan yang melintas di kawasan Jalan Jenderal Gatot Subroto dan Senayan untuk mewaspadai potensi penumpukan kendaraan.
"Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas di sekitar kawasan Senayan. Agenda Pidato Kenegaraan Presiden ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai," kata Arif di Jakarta, Jumat.
Arif menegaskan bahwa skema pengalihan dan rekayasa arus lalu lintas di seputar Kompleks Parlemen bersifat fleksibel. Penutupan atau pengalihan jalan baru akan diterapkan secara situasional mengikuti peningkatan volume kendaraan di lapangan. (Ant/P-4)
















































