Airlangga Paparkan Peluang Investasi Indonesia di Canada Investment Summit 2026

3 days ago 3
Airlangga Paparkan Peluang Investasi Indonesia di Canada Investment Summit 2026 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlaangga Hartarto menawarkan peluang investasi kepada investor Kanada di Toronto.(Kemenko Perekonomian)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, memaparkan berbagai peluang besar investasi di Indonesia kepada para investor global dalam rangkaian Canada Investment Summit 2026 di Toronto, Kanada. Hal tersebut disampaikan Airlangga saat menghadiri sesi roundtable bertajuk Exchanging Investor Insights on Canada yang dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Kanada, Anita Anand.

Dalam pertemuan yang dihadiri pejabat pemerintah Kanada dan pelaku investasi global tersebut, Airlangga menekankan posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik. Ia menggarisbawahi status Indonesia sebagai negara ASEAN pertama yang menandatangani Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dengan Kanada.

Kondisi Ekonomi Solid Jadi Modal Kepercayaan

Airlangga meyakinkan para investor dengan memaparkan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kokoh di tengah ketidakpastian global. Pertumbuhan ekonomi nasional tercatat stabil di rata-rata 5% selama tujuh tahun terakhir, dengan tingkat inflasi yang terjaga di bawah 3%.

Selain menarik investasi masuk, Airlangga juga menunjukkan bukti konkret komitmen investasi jangka panjang Indonesia di Kanada. Salah satunya adalah proyek liquefied natural gas (LNG) di British Columbia senilai US$5,1 miliar yang saat ini progres konstruksinya telah mencapai 60%.

Eksplorasi Peluang Baru dan Hilirisasi Mineral

Pemerintah Indonesia saat ini tengah menjajaki sejumlah peluang investasi baru, mulai dari pembangunan pabrik pulp and paper di Kanada hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk pusat data (data center) di Indonesia.

Di sektor sumber daya alam, Airlangga menegaskan peran vital Indonesia sebagai produsen utama tembaga dan bauksit dunia untuk mendukung rantai pasok mineral global dan teknologi bersih. Ia juga menyoroti potensi ekspor stainless steel yang masih sangat terbuka lebar.

"Kami punya cadangan nikel terbesar di dunia, produsen utama tembaga dan bauksit, serta kapasitas ekspor stainless steel yang kompetitif. Namun potensi ini belum tergarap maksimal di pasar Kanada. Inilah peluang yang perlu segera kita isi dan manfaatkan bersama," ujar Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (17/9).

Dorong Investasi Silang dan Pembiayaan Strategis

Indonesia juga membuka pintu untuk skema investasi silang (cross-investment) guna memperkuat rantai pasok di sektor mineral kritis, energi terbarukan, dan ekonomi digital. Airlangga mendorong pemanfaatan dukungan pembiayaan dari lembaga keuangan seperti Export Development Canada (EDC) yang telah memiliki kantor perwakilan di Indonesia.

Selain itu, peluang kemitraan dengan dana pensiun dan lembaga investasi Kanada lainnya turut menjadi bahasan strategis dalam kunjungan tersebut. Airlangga berharap kerja sama ini semakin solid menjelang implementasi penuh ICA-CEPA.

"Partisipasi Indonesia dalam forum sekelas Canada Investment Summit adalah langkah konkret untuk memperkuat kepercayaan investor global, sekaligus mempersiapkan implementasi penuh ICA-CEPA yang kami targetkan berlaku efektif pada akhir tahun ini," pungkasnya.

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |