Aktivitas Erupsi Gunung Ili Lewotolok Meningkat, Tercatat 377 Letusan Sehari

1 week ago 25
Aktivitas Erupsi Gunung Ili Lewotolok Meningkat, Tercatat 377 Letusan Sehari Gunung Ili Lewotolok(Dok Magma Indonesia)

Aktivitas erupsi Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung intensif. Dalam periode pengamatan terbaru, frekuensi letusan menunjukkan tren peningkatan dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok pada Sabtu (12/9), tercatat sebanyak 377 kali letusan dalam kurun waktu 24 jam. Angka ini meningkat sekitar 2,2 persen atau bertambah delapan kejadian dibandingkan Jumat (11/9) yang mencatat 369 kali letusan.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Khairul Imam Tarmizi, menjelaskan bahwa pada periode pengamatan 12 September pukul 00.00-24.00 Wita, tinggi kolom letusan teramati berkisar antara 300 hingga 700 meter. Letusan tersebut juga disertai dengan lontaran material pijar serta suara dentuman atau gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang.

Perubahan Aktivitas Kegempaan

Selain frekuensi letusan, aktivitas kegempaan gunung api ini juga mengalami fluktuasi. Gempa hembusan tercatat menurun dari 141 kali pada 11 September menjadi 121 kali pada 12 September. Namun, tremor nonharmonik justru meningkat signifikan dari 14 kali menjadi 30 kali. Selain itu, petugas juga merekam adanya 14 kali tremor harmonik pada Sabtu (12/9).

Pergerakan lava juga terus dipantau secara ketat. Pada Jumat (11/9), teramati adanya aliran lava baru ke arah tenggara sejauh 700 meter dari bibir kawah. Endapan lava tercatat mencapai 1.800 meter di sektor selatan-tenggara dan 1.100 meter di sektor timur laut. Sementara pada pengamatan Sabtu, aliran lava ke sektor tenggara teramati berada pada jarak sekitar 500 meter dari bibir kawah.

Petugas lainnya, Stanislaus Ara Kian, menambahkan bahwa pada pengamatan sebelumnya, lontaran material pijar sempat teramati ke arah barat daya sejauh 100 meter dan ke arah barat sejauh 200 meter dari pusat kawah, disertai dentuman dengan intensitas lemah hingga kuat.

Rekomendasi dan Status Waspada

Meski frekuensi letusan masih sangat tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok saat ini masih dipertahankan pada Level II (Waspada).

Pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan, di antaranya:

  • Dilarang memasuki wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
  • Dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.
  • Mewaspadai potensi bahaya dari guguran atau longsoran lava serta awan panas, khususnya pada sektor selatan-tenggara, barat, dan timur laut.
Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |