Ilustrasi(magnific)
MENINGKATNYA minat masyarakat terhadap gaya hidup aktif dan olahraga terkadang tidak dibarengi dengan pemahaman mengenai latihan penguatan otot yang memadai. Akibatnya, risiko cedera olahraga pun turut meningkat. Untuk mengoptimalkan proses pemulihan, kini terapi akupunktur medik hadir sebagai salah satu tindakan pendukung yang krusial dalam proses recovery pasien.
Olahraga memang menjadi pilar utama dalam menjaga kebugaran dan fungsi organ tubuh. Namun, aktivitas fisik yang intens memberikan beban mekanik dan fisiologis yang besar. Jika tidak dikelola dengan teknik yang tepat, risiko cedera menjadi tidak terhindarkan. Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Akupunktur Medik Subspesialis Analgesi dan Anestesi RS Pondok Indah - Pondok Indah & RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. R. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Akp, Subsp. A.A. (K).
"Intensitas latihan yang terlalu tinggi, teknik gerakan yang kurang tepat, hingga kurangnya latihan penguatan otot dapat meningkatkan risiko cedera. Dalam kondisi ini, akupunktur berperan sebagai terapi kombinasi yang mendukung pemulihan, membantu mengurangi keluhan delayed onset muscle soreness (DOMS), serta menunjang performa olahraga," ujar Handaya.
Mengenal Akupunktur Medik dalam Pemulihan
MI/HO--Dokter Spesialis Akupunktur Medik Subspesialis Analgesi dan Anestesi RS Pondok Indah - Pondok Indah & RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, dr. R. Handaya Dipanegara, M.Kes, Sp. Akp, Subsp. A.A. (K).
Berbeda dengan persepsi tradisional, akupunktur medik merupakan tindakan penusukan jarum halus yang diintegrasikan dengan ilmu kedokteran modern. Praktik ini didasarkan pada anatomi, fisiologi, dan prinsip kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine).
Terapi ini bekerja dengan mempertimbangkan struktur jaringan, persarafan, pembuluh darah, dan otot. Saat jarum ditusukkan, tubuh memberikan respons biologis yang merangsang sistem saraf pusat dan perifer untuk melepaskan zat-zat alami yang membantu penyembuhan.
"Akupunktur medik tidak hanya melihat titik secara tradisional, tetapi juga mempertimbangkan respons biologis tubuh terhadap rangsangan penusukan jarum. Hal ini sangat efektif untuk meredakan nyeri dan peradangan pada area yang cedera," tambah dr. Handaya.
Manfaat untuk Performa dan Kebugaran
Selain mengatasi cedera, akupunktur juga diketahui memiliki manfaat dalam meningkatkan kapasitas fisik atlet maupun pegiat olahraga amatir. Salah satu parameter yang dapat didukung adalah peningkatan VO2max atau kemampuan maksimal tubuh dalam menghirup dan menggunakan oksigen saat beraktivitas berat.
Beberapa manfaat utama akupunktur dalam lingkup olahraga meliputi:
- Manajemen Nyeri: Mengurangi rasa sakit akibat peradangan otot atau sendi.
- Relaksasi Otot: Mengatasi ketegangan otot yang berlebihan setelah latihan intens.
- Peningkatan Sirkulasi: Memperbaiki aliran darah ke jaringan yang rusak untuk mempercepat regenerasi sel.
- Optimalisasi Performa: Membantu tubuh mencapai kondisi bugar lebih cepat sehingga siap untuk sesi latihan berikutnya.
"Dengan integrasi terapi yang tepat, akupunktur membantu pasien kembali beraktivitas dengan lebih cepat dan aman. Ini adalah bagian dari pendekatan holistik untuk memastikan tubuh tetap berada pada performa puncaknya," tutup dr. Handaya.
Melalui pendekatan medis yang terukur, akupunktur kini menjadi solusi modern bagi siapa saja yang ingin tetap aktif tanpa terhambat oleh keluhan cedera yang berkepanjangan. (Z-1)
















































