Ilustrasi(Dok Istimewa)
DI tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, termasuk penggunaan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri musik, Jagger Band memilih tetap menjalani proses bermusik secara langsung melalui kreativitas, kolaborasi, latihan, penciptaan karya, serta penampilan di atas panggung.
Band yang digawangi Dzeko sebagai vokalis ini diperkuat oleh Rizik pada gitar, Aroun pada bass, dan Kems pada drum. Adapun aktivitas profesional Jagger Band berada di bawah manajemen Jesslyn. Dalam formasi terbarunya, Jagger Band telah memperkenalkan dua single, yakni Kejam dan Restu Tuhan. Kedua lagu ini telah tersedia di berbagai platform musik digital dan jadi bagian perjalanan baru Jagger Band dalam memperkenalkan karakter musikal mereka kepada publik.
Selain memproduksi karya, Jagger Band aktif tampil pada berbagai acara musik dan gigs. Aktivitas panggung tersebut menjadi ruang bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan penonton sekaligus menguji dan memperkuat karakter musikal yang sedang dibangun.
Salah satu penampilan terbaru Jagger Band berlangsung dalam PTS FEST Vol. 2 di kawasan Cikunir, Bekasi, pada Jumat (4/9/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara PTS MediaJKT dan District29 Coffee, yang mempertemukan musisi dan penikmat musik dalam pertunjukan musik secara langsung.
Dalam penampilan itu, Jagger Band mampu membangun suasana emosional melalui lagu-lagu yang mereka bawakan. Nuansa musik yang cenderung melankolis membuat penonton larut dalam suasana dan memberikan warna tersendiri dalam gelaran tersebut.
Bagi Jagger Band, penampilan langsung bukan sekadar kesempatan untuk memainkan lagu, tetapi juga menjadi bagian dari proses membangun identitas dan pengalaman bermusik sebagai sebuah band.
Semangat Jagger Band dalam menjalani proses kreatif turut mendapat perhatian dari Genta Garby, vokalis dari band lawas Indonesia era 1990-an.
Genta mengapresiasi generasi muda yang masih memilih menjalani proses bermusik secara langsung di tengah perkembangan teknologi yang menawarkan berbagai kemudahan dan proses yang kian instan. “Saya salut. Di tengah era teknologi yang serba instan seperti sekarang, masih ada anak-anak muda yang mau berproses, menciptakan lagu, dan tetap aktif tampil di panggung hiburan,” ujar Genta.
Menurutnya, proses dalam bermusik—mulai dari latihan bersama, menciptakan lagu, membangun chemistry antarpersonel, hingga tampil di hadapan penonton sebagai bagian penting dari perjalanan seorang musisi.
Apresiasi tersebut sekaligus menunjukkan di tengah perubahan teknologi dalam industri kreatif, proses dan pengalaman manusia dalam bermusik masih memiliki nilai tersendiri.
Perkembangan teknologi AI membawa perubahan terhadap berbagai aspek industri kreatif, termasuk proses produksi dan distribusi musik. Namun, Jagger Band memilih tetap mempertahankan pendekatan mereka sebagai band yang tumbuh melalui proses kreatif dan pengalaman tampil secara langsung.
Bagi mereka, kehadiran teknologi tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap karya yang lahir dari pengalaman, emosi, dan interaksi antarmanusia.
Konsistensi ini terlihat dari aktivitas Jagger Band yang tidak hanya berfokus pada perilisan karya, tetapi juga pada penampilan di berbagai panggung hiburan. Dalam perjalanan itu, mereka turut mendapat dukungan dari Jagger Bones, sebutan bagi para penggemar Jagger Band.
Dukungan dari para penggemar jadi salah satu bagian yang turut mengiringi perjalanan Jagger Band dalam mempertahankan eksistensi mereka di tengah dinamika industri musik yang terus berkembang. Setelah merilis Kejam dan Restu Tuhan, Jagger Band kini tengah mempersiapkan karya berikutnya. Single berjudul Segalanya dijadwalkan segera dirilis dan menjadi bagian dari rangkaian karya terbaru mereka. Kehadiran single tersebut menunjukkan upaya Jagger Band untuk menjaga produktivitas dan melanjutkan perjalanan musikal mereka bersama formasi terbaru.
Dengan genre Pop Rock Alternative, formasi yang lebih fresh, dua single yang telah tersedia di platform musik digital, serta aktivitas panggung yang terus berjalan, Jagger Band berupaya mempertahankan eksistensinya di tengah lanskap industri musik yang terus berubah. Kejam dan Restu Tuhan saat ini telah tersedia di berbagai platform musik digital. Adapun Segalanya segera hadir sebagai karya terbaru Jagger Band. (H-2)
















































