Anak Muda Sering Minum Soft Drink? Waspada Risiko Diabetes

1 week ago 4
Anak Muda Sering Minum Soft Drink? Waspada Risiko Diabetes Ilustrasi(magnific)

DIABETES tipe 2 kini bukan lagi penyakit yang hanya identik dengan orang tua, melainkan telah menjadi perhatian serius pada kelompok usia muda. Salah satu pemicu utama yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula secara berlebihan.

Jika dilakukan terlalu sering, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan sejumlah faktor risiko diabetes. Salah satu yang paling menonjol adalah konsumsi soft drink atau minuman bersoda yang mengandung gula tambahan, yang secara signifikan menambah asupan kalori harian tanpa memberikan nutrisi penting.

Soft Drink dan Risiko Penyakit Kronis

Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), minuman berpemanis atau sugar-sweetened beverages merupakan sumber utama gula tambahan dalam pola makan masyarakat. Konsumsi minuman ini secara rutin dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan serius, di antaranya:

  • Kenaikan berat badan dan obesitas.
  • Diabetes tipe 2.
  • Penyakit jantung.
  • Penyakit hati berlemak nonalkohol.
  • Kerusakan gigi.

Kategori minuman ini tidak terbatas pada soda biasa, tetapi juga mencakup minuman buah dengan gula tambahan, minuman energi, minuman olahraga, air dengan pemanis, serta kopi dan teh yang diberi gula tambahan.

Tren Konsumsi pada Usia Muda

Kebiasaan mengonsumsi minuman manis telah mendarah daging sejak usia muda. Data CDC periode 2011-2014 menunjukkan bahwa sebanyak 63% anak dan remaja di Amerika Serikat mengonsumsi minuman berpemanis pada hari tertentu. Rata-rata, kelompok ini mendapatkan 413 kalori hanya dari minuman berpemanis dalam satu hari.

Kondisi ini diperkuat oleh laporan World Health Organization (WHO) pada Januari 2026. WHO menyebutkan bahwa harga minuman berpemanis yang semakin terjangkau mendorong konsumsi masif yang berkontribusi pada lonjakan kasus obesitas dan diabetes, terutama pada anak-anak dan dewasa muda.

Menakar Besaran Risiko

Riset yang dikutip dari Harvard Health memberikan gambaran spesifik mengenai risiko ini. Perempuan yang mengonsumsi dua atau lebih soft drink berpemanis setiap hari memiliki risiko 24% lebih tinggi terkena diabetes dibandingkan mereka yang mengonsumsi kurang dari satu minuman per bulan.

Meski demikian, para ahli menekankan bahwa soft drink bukanlah satu-satunya penyebab. Risiko diabetes tipe 2 bersifat multifaktorial, yang juga dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan, tingkat aktivitas fisik, berat badan, faktor genetik, serta kondisi kesehatan umum seseorang.

Langkah Pencegahan

Membatasi konsumsi minuman berpemanis adalah langkah krusial untuk mempertahankan berat badan ideal dan pola makan sehat. CDC menyarankan untuk mulai mengurangi rutinitas konsumsi soft drink dan menggantinya dengan air putih atau minuman tanpa tambahan gula.

Menjaga pola makan seimbang dan tetap aktif bergerak sejak usia muda merupakan investasi kesehatan jangka panjang guna menekan berbagai faktor risiko diabetes di masa depan. (Cleveland Clinic, Harvard Health, Centers for Disease Control and Prevention (CDC)/Z-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |