Antrean Panjang di SPBU Makassar, Stok BBM Disebut Cukup untuk Belasan Hari

6 days ago 3
Antrean Panjang di SPBU Makassar, Stok BBM Disebut Cukup untuk Belasan Hari Kepala Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyebut stok Pertalite di fuel terminal Pertamina disebut cukup untuk 8-14 hari, sedangkan Biosolar dikonfirmasi cukup untuk 7-12 hari ketika meninjau SPBU di Kota Makassar, Sulawe(MI/Lina Herlina)

KEPALA Badan Pengaturan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Wahyudi Anas menyebut stok Pertalite di fuel terminal Pertamina disebut cukup untuk 8-14 hari, sedangkan Biosolar dikonfirmasi cukup untuk 7-12 hari. Di sisi lain, antrean masyarakat untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) melonjak di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Makassar.

Ia memastikan suplai  BBM terus dijaga. Wahyudi mengatakan BPH Migas telah memantau antrean panjang BBM di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan sejak 7 September 2026. Ia menyebut Pertamina dan pemerintah daerah melakukan evaluasi penyaluran BBM, khususnya Pertalite dan Biosolar.

"Di dalam evaluasi kami, bahwasannya Pertamina sejak tanggal 7 sudah melakukan improvement atas adanya kendala-kendala antrean roda 2 maupun 4," ujarnya di Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip Senin (14/9).

Dari evaluasi itu, kata dia, sejumlah langkah diambil. Pertama, memperkuat stok BBM di fuel terminal. Suplai akan dijaga secara kontinu melalui kapal dari Tuban, Jawa Timur, dan Balikpapan, Kalimantan Timur. Adapun pengiriman dari kilang ke fuel terminal diperkirakan memakan waktu 2–3 hari.

Pertamina Patra Niaga Sulawesi, kata dia, memerintahkan 25 SPBU di Makassar beroperasi 24 jam. Titik-titik itu, jelas dia, dipilih karena antreannya paling dominan. SPBU lain berjalan normal, dan evaluasi dilakukan secara reguler.

Selain itu, armada truk tangki pengangkut BBM ditambah. Semula 83 mobil tangki, kini ditambah 25 unit sehingga total 108 mobil tangki beroperasi secara bergantian.

Yang perlu dicermati, selama antrean terjadi, konsumsi Pertalite melonjak hingga 160 persen. Pada kondisi normal, konsumsi Pertalite sekitar 800 kiloliter (KL) per hari. Kini meningkat menjadi 1.300 KL per hari.

"Ada kenaikan Pertalite itu kurang lebih 160 persen. Berapa volumenya pada saat normal 800 KL per hari, sekarang meningkat sampai 1.300 KL per hari," bebernya. (H-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |