Anwar Ibrahim, Sandal Capal, dan Pesan dari Panggung BRICS

1 week ago 5
Anwar Ibrahim, Sandal Capal, dan Pesan dari Panggung BRICS Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, tampil beda dengan mengenakan Baju Melayu lengkap.(Antara)

DI antara deretan setelan jas gelap formal dan sepatu pantofel berkilat yang biasa menyelimuti ruang-ruang diplomasi global, ada sebuah pemandangan yang seketika mencuri perhatian di sela-sela KTT ke-18 BRICS di New Delhi, India. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, tampil beda dengan mengenakan Baju Melayu lengkap.

Busana tradisional berwarna abu-abu muda tersebut dipadukan dengan kain samping songket bercorak biru-keunguan, songkok hitam, serta sandal capal tradisional. Penampilan ini menjadi pernyataan identitas budaya yang kuat di tengah panggung geopolitik dunia saat ia bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Percepatan Konektivitas dan Pariwisata

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung hangat tersebut, PM Anwar Ibrahim menekankan pentingnya mempercepat realisasi penerbangan langsung antara Malaysia dan Rusia. Langkah ini dinilai krusial untuk mendorong sektor pariwisata, perdagangan, dan investasi.

"Saya mengangkat perlunya mempercepat upaya untuk mewujudkan penerbangan langsung antara Malaysia dan Rusia serta fasilitas perjalanan bebas visa seperti yang telah disepakati sebelumnya," ujar Anwar Ibrahim dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

Sinergi Energi dan Komoditas Sawit

Selain masalah konektivitas, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama di sektor strategis, terutama energi. Anwar menyampaikan apresiasi atas dukungan Rusia terhadap kerja sama energi yang selama ini telah terjalin. Ia meyakini keahlian kedua negara dapat disinergikan untuk kepentingan bersama.

Sektor perdagangan juga menjadi fokus utama, khususnya terkait upaya peningkatan ekspor minyak sawit Malaysia ke pasar Rusia. Anwar menargetkan adanya penggandaan nilai perdagangan bilateral melalui langkah-langkah konkret di lapangan.

Mekanisme Khusus: Untuk memastikan seluruh kesepakatan tidak sekadar menjadi wacana, PM Anwar mengusulkan pembentukan mekanisme khusus koordinasi pelaksanaan kesepakatan, yang langsung disetujui oleh Presiden Putin.

Undangan Kenegaraan

Pertemuan tersebut diakhiri dengan penyampaian kembali undangan dari Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim, kepada Presiden Vladimir Putin untuk melakukan Kunjungan Kenegaraan ke Malaysia di masa mendatang.

Pertemuan bilateral ini menandai babak baru dalam hubungan diplomatik kedua negara, yang tidak hanya fokus pada angka perdagangan, tetapi juga penghormatan terhadap kedaulatan budaya masing-masing bangsa. (Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |