Ilustrasi.(Magnific)
XRP, aset kripto yang dikembangkan oleh Ripple untuk sistem pembayaran, tetap menjadi salah satu pemain utama di pasar digital. Sebagai mata uang kripto terbesar kelima dengan kapitalisasi pasar mencapai US$89 miliar (sekitar Rp1.370 triliun), XRP menarik perhatian investor setelah harganya terkoreksi cukup dalam.
Saat ini, XRP diperdagangkan di kisaran US$1,40 (Rp21.500), turun signifikan dibandingkan puncaknya di angka US$3,65 pada Juli tahun lalu. Dengan penurunan harga ini, muncul pertanyaan klasik: mungkinkah XRP kembali mencetak orang kaya baru?
Sentimen Positif yang belum Mendongkrak Harga
Sepanjang setahun terakhir, XRP sebenarnya dikelilingi oleh berbagai katalis pertumbuhan positif. Pada Agustus 2025, perselisihan hukum antara Ripple dan Securities and Exchange Commission (SEC) AS yang berlangsung selama lima tahun akhirnya mencapai kesepakatan damai. Tak lama kemudian, SEC menyetujui peluncuran ETF XRP spot pertama.
Menariknya, ETF XRP mencatatkan rekor 35 hari berturut-turut tanpa arus keluar bersih (net outflows), pencapaian yang bahkan tidak diraih oleh ETF Bitcoin maupun Ethereum pada masa awal peluncurannya. Namun, terlepas dari berita fundamental yang kuat ini, harga XRP justru turun 52% dalam setahun terakhir--penurunan yang lebih tajam dibandingkan Bitcoin (-29%) atau Ethereum (-42%).
Potensi melalui Aset Dunia Nyata (RWA)
Selain fungsi utamanya dalam jaringan pembayaran Ripple, blockchain XRP Ledger (XRPL) kini mulai dilirik sebagai platform untuk tokenisasi aset dunia nyata (Real-World Assets/RWA). Saat ini, terdapat sekitar US$460 juta RWA yang didistribusikan di XRPL, termasuk versi tokenisasi dari obligasi pemerintah AS dan utang korporasi.
Meskipun saat ini XRPL berada di peringkat ke-10 dan masih tertinggal dari dominasi Ethereum, BNB Chain, dan Solana, pertumbuhan di sektor RWA ini dapat menjadi pendorong nilai jangka panjang bagi XRP jika adopsinya terus meluas di kalangan institusi keuangan.
Mungkinkah Menjadi Kaya dari XRP?
Secara realistis, peluang untuk menjadi kaya mendadak dari XRP di harga saat ini tergolong kecil, kecuali jika investor memulai dengan modal yang sangat besar. Berikut beberapa proyeksi optimis:
- Target Jangka Pendek: Jika pasar pulih ke level tahun 2025, XRP bisa kembali ke kisaran US$2 hingga US$3,65, yang berarti potensi keuntungan lebih dari 40%.
- Target Jangka Panjang: Dalam skenario yang sangat optimis, XRP diprediksi dapat menembus rekor tertinggi baru di atas US$4, atau bahkan diperdagangkan di kisaran US$5 hingga US$10 dalam lima tahun ke depan.
Catatan Risiko: Meskipun proyeksi di atas bersifat bullish, XRP tetap merupakan aset berisiko tinggi. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati karena aset ini bisa saja berkinerja buruk atau kehilangan nilainya di masa depan.
Kesimpulannya, XRP menawarkan potensi imbal hasil yang menarik jika adopsi institusional dan penggunaan XRPL untuk RWA terus meningkat. Namun, untuk mencapai status kaya dari investasi ini, diperlukan strategi manajemen risiko yang ketat dan pemahaman bahwa pasar kripto sangat volatil. (The Motley Fool/I-2)


















































