Petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan di kawasan Gunung Ciremai(Dok Istimewa)
Sejumlah relawan disiagakan untuk mengantisipasi terulangnya kembali kebakaran hutan di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Langkah ini diambil setelah api yang sempat berkobar kembali berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Nandar Junar Arip, menjelaskan bahwa sebanyak 37 petani hutan anggota MPA diturunkan untuk menyisir area bekas kebakaran guna mengantisipasi munculnya titik api baru.
“Mereka melakukan pendinginan dan penyisiran area-area yang masih ada baranya. Terutama di ujung-ujung kebakaran antara area yang terbakar dan area yang belum,” tutur Nandar, Minggu (13/9/2026).
Nandar menambahkan, bara yang tidak benar-benar padam berpotensi memicu kebakaran susulan, terutama saat angin kencang berembus. Faktor angin kencang ini pula yang sebelumnya menjadi kendala utama dalam proses pemadaman api di lapangan.
Kronologi Kebakaran
Kebakaran di kawasan TNGC dilaporkan kembali berkobar pada Jumat (11/9) sekitar pukul 14.30 WIB, tepatnya di Blok Jalan Maling, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Setelah upaya pemadaman intensif, api dinyatakan padam pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 16.46 WIB.
Kepastian padamnya api didapat melalui patroli pesawat udara tanpa awak (drone) yang memantau sejumlah titik, antara lain:
- Blok Erpah dan Jalan Maling
- Tegal Bodas dan Karang Dinding
- Panjak Roma dan Cileutik
- Gunung Layang, Pejaten, Batu Saheng, hingga Talaga Remis
Sebelumnya, api juga sempat melahap areal hutan di Blok Cileutik hingga Manguntapa pada Senin (7/9) yang menghanguskan sekitar 40 hektare lahan. Meski sempat padam pada Rabu (9/9) malam, titik api muncul kembali pada Jumat (11/9) yang diduga dipicu oleh sisa bara api yang menyambar semak kering akibat embusan angin.
Tahap Pendinginan
Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana, mengonfirmasi bahwa pantauan udara hingga Minggu pagi tidak lagi menunjukkan adanya kepulan asap maupun titik api di wilayah rawan.
"Iya betul laporan per jam 10-an sudah padam. Pengukuran luas lahan terdampak belum dapat kami lakukan karena masih dalam tahap mop up dan pendinginan area dulu," jelas Eska.
Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengungkapkan bahwa strategi pemadaman dilakukan secara estafet. Petugas membangun tandon air sebagai suplai utama di tengah medan yang sulit dijangkau.
“Kondisi di lapangan kini sudah terkendali,” pungkas Indra. (H-2)


















































