Arus Lalu Lintas Ruas Jalan Utama Cimahi Macet Parah, Ini Penyebabnya

1 month ago 6
Arus Lalu Lintas Ruas Jalan Utama Cimahi Macet Parah, Ini Penyebabnya Dishub Cimahi melakukan rekayasa lalu lintas dampak pembangunan Underpass Gatot Subroto.(MI/Depi Gunawan)

KEMACETAN parah terjadi di sejumlah ruas jalan utama di Kota Cimahi imbas pembangunan Underpass Gatot Subroto dan perbaikan jembatan di kawasan pemkot, Jalan Raden Demang Hardjakusumah.

Dua proyek infrastruktur tersebut membuat pengguna kendaraan harus mencari jalur alternatif. Pasalnya, selama pengerjaan berlangsung, kedua ruas jalan tersebut ditutup sementara mulai 19 Agustus 2026 hingga sekitar tiga bulan ke depan.

Rekayasa lalu lintas yang diberlakukan petugas pada hari pertama pengerjaan proyek justru menyebabkan kepadatan di sejumlah titik. Kendaraan bahkan sulit bergerak, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Berdasarkan hasil evaluasi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cimahi kemudian mengambil kebijakan dengan memberlakukan sistem dua arah di Jalan Sriwijaya, tepatnya di kawasan Underpass Dustira.

"Karena hari pertama kemarin mengalami kemacetan yang cukup parah, hasil evaluasi kita lakukan pembukaan lajur di Underpass Dustira," kata Kepala Dishub Cimahi, Endang, Kamis (20/8).

Menurut Endang, dibukanya dua arah di Underpass Dustira memberikan alternatif bagi pengguna kendaraan dari Jalan Gatot Subroto yang hendak menuju wilayah selatan Kota Cimahi maupun Baros.

"Masyarakat yang menuju wilayah selatan tidak lagi harus bertumpuk di Jalan Gatot Subroto kemudian Pasir Kumeli, atau melalui rute yang relatif cukup jauh ke Padasuka maupun Cimindi," ujarnya.

Meski demikian, tidak seluruh jenis kendaraan diperbolehkan melintas di jalur tersebut. Kendaraan besar, seperti bus dan truk dengan jumlah sumbu banyak, tetap dialihkan ke jalur lain karena adanya pembatasan tonase di Underpass Dustira.

"Untuk pembatasan kendaraan memang bus dan truk yang besar, yang sumbunya banyak tidak ada aliran ke sini. Jadi hanya truk-truk sedang dan kecil saja karena terkait dengan pembatasan tonase di Underpass Dustira," tuturnya.

Untuk membantu mengurai kepadatan, Dishub Kota Cimahi juga melakukan penebalan personel di sejumlah persimpangan yang kerap mengalami kemacetan. Di antaranya Simpang Sangkuriang, Alun-alun Cimahi, hingga Simpang Daeng atau Simpang Cihanjuang.

Sementara itu, terkait keluhan masyarakat mengenai pelaksanaan dua proyek secara bersamaan, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan, pembangunan Underpass Gatot Subroto menggunakan bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Ia menyatakan, bantuan tersebut harus direalisasikan melalui pelaksanaan pembangunan pada tahun ini. Jika tidak dilaksanakan, maka bantuan tersebut berpotensi tidak kembali diperoleh pada tahun-tahun mendatang.

"Apabila tidak dilaksanakan, bantuan tersebut berpotensi tidak dapat kita peroleh kembali pada tahun-tahun mendatang," ungkap Ngatiyana.

Sedangkan untuk perbaikan jembatan di kawasan Pemkot Cimahi dinilai sudah sangat mendesak karena kondisi jembatan telah mengalami amblas.

Jika kembali ditunda, lanjut Ngatiyana, kondisi tersebut dikhawatirkan semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan, terlebih saat memasuki musim hujan.

"Kami memahami pelaksanaan kedua pekerjaan ini secara bersamaan menimbulkan ketidaknyamanan dan berdampak pada arus lalu lintas. Karena itu, rekayasa lalu lintas yang diterapkan akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan," jelasnya. (DG/E-4)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |