Aryna Sabalenka Tembus Final AS Terbuka Usai Tumbangkan Jessica Pegula Dua Set Langsung

1 week ago 5
Aryna Sabalenka Tembus Final AS Terbuka Usai Tumbangkan Jessica Pegula Dua Set Langsung Unggulan utama Aryna Sabalenka sukses melangkah ke final AS Terbuka usai menaklukkan Jessica Pegula dua set langsung. Simak ulasan pertandingannya di sini!(WTA)

PETENIS unggulan utama, Aryna Sabalenka, menjaga peluangnya untuk meraih gelar AS Terbuka ketiga secara beruntun. Kepastian ini diraih setelah ia menghentikan perlawanan wakil tuan rumah unggulan ketiga, Jessica Pegula, dalam babak semifinal dua set langsung di Stadion Arthur Ashe.

Sabalenka, yang sebelumnya mengalahkan Pegula dalam perjalanannya menjuarai AS Terbuka pada 2024 dan 2025, mengunci tiket ke partai puncak lewat kemenangan 7-5, 6-2. Petenis asal Belarusia berusia 28 tahun tersebut tampil dominan berkat servis yang kuat serta pukulan groundstroke yang bertenaga.

Kemenangan ini membawa Sabalenka mendekati catatan bersejarah Chris Evert dan Serena Williams sebagai petenis putri yang mampu memenangi AS Terbuka tiga kali berturut-turut. Pada laga final, ia akan berhadapan dengan pemenang dari partai semifinal lainnya yang mempertemukan unggulan kedua Elena Rybakina dan unggulan keempat Coco Gauff.

Gauff sebelumnya menggagalkan impian Sabalenka pada final AS Terbuka 2023. Sementara itu, Rybakina, yang mengalahkan Sabalenka pada final Australia Terbuka Januari lalu, berhasil menggeser posisi Sabalenka dari peringkat satu dunia hanya dengan mencapai semifinal di turnamen ini.

Menatap laga pamungkas, Sabalenka berbekal rasa percaya diri tinggi usai menampilkan performa terbaiknya sepanjang turnamen untuk menghentikan ambisi Pegula meraih gelar Grand Slam pertamanya.

Pegula, yang sempat mengalahkan Sabalenka di lapangan rumput Berlin tahun ini saat sang rival kesulitan di pertengahan musim, mengakui bahwa laga kali ini adalah penampilan terbaik Sabalenka sepanjang tahun.

"Saya pikir level permainannya sangat tinggi," kata Pegula. "Mungkin dia merasa sedikit kurang pas di awal, tetapi saya merasa kami berdua bermain bagus, melakukan servis dengan baik ... dia bermain luar biasa. Dia bermain di level yang sangat tinggi."

Sabalenka, yang mencatatkan tujuh ace dan 29 winner dalam pertandingan ini, mengungkapkan betapa besarnya keinginan yang ia miliki untuk mengamankan kemenangan.

"Saya sangat menginginkannya," ujar Sabalenka. "Saya menelan kekalahan berat di lapangan rumput melawan Jess, dan performa saya kurang baik di pertengahan musim."

"Jadi bagi saya, bicara soal Grand Slam, ini seperti dorongan terakhir musim ini. Saya sangat ingin melangkah ke final, dan tentu saja, saya ingin berjuang sampai akhir," lanjutnya. "Mentalitas saya saat itu adalah saya siap. Saya siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk mendapatkan kemenangan."

Pertandingan berjalan ketat pada set pertama. Kedua pemain tampil solid saat memegang servis hingga kedudukan mencapai 6-5 untuk keunggulan Sabalenka. Pegula akhirnya kehilangan fokus pada game ke-12 setelah menerima rentetan groundstroke keras hingga tertinggal 0-40. Sabalenka mengamankan set pertama setelah pengembalian Pegula tersangkut di net.

Memasuki set kedua, Sabalenka terus menjaga momentum dengan mengincar servis kedua Pegula yang terhitung lemah. Ia mendapatkan break krusial untuk unggul 3-1 lewat pukulan forehand tajam ke sudut lapangan.

Pertandingan berlanjut ketat hingga game kedelapan, sebelum pukulan Pegula keluar lapangan dan membuahkan match point. Sabalenka akhirnya menyegel kemenangan lewat pukulan forehand keras yang tak terjangkau. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |