AS-Bahrain Perkuat Operation Economic Outcast Tekan Ekonomi Iran

3 weeks ago 4
AS-Bahrain Perkuat Operation Economic Outcast Tekan Ekonomi Iran Ilustrasi(Anadolu)

MENTERI Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Keuangan dan Ekonomi Nasional Bahrain, Salman bin Khalifa Al Khalifa, pada Selasa (25/8). Pertemuan tersebut fokus pada pembahasan Operation Economic Outcast, sebuah inisiatif untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Dalam diskusi tersebut, Bessent menegaskan posisi AS bahwa Iran tidak boleh dibiarkan mengancam stabilitas perdagangan internasional. Secara khusus, ia menyoroti pentingnya mencegah Teheran menggunakan Selat Hormuz sebagai alat untuk menekan perekonomian global.

Departemen Keuangan AS menyatakan bahwa kedua pejabat sepakat untuk memperkuat koordinasi antara AS, Bahrain, dan negara-negara Teluk lainnya. Kerja sama ini bertujuan memerangi aliran dana ilegal serta memperkuat integritas sistem keuangan internasional.

Sehari sebelum pertemuan tersebut, Bessent mengungkapkan bahwa AS telah menetapkan sanksi sektoral baru yang menargetkan lima jalur utama pembiayaan luar negeri Iran. Berikut adalah rincian sektor yang menjadi target sanksi:

No Sektor Target Sanksi Baru AS
1 Aset Digital (Kripto)
2 Teknologi
3 Perdagangan Emas
4 Penerbangan
5 Transportasi Maritim

Respons Iran dan Eskalasi Konflik

Menanggapi tekanan tersebut, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan pada Senin (24/8) bahwa Teheran akan menggunakan seluruh kemampuannya untuk menghadapi tekanan ekonomi Washington. Pihak Iran menegaskan bahwa dialog dengan rasa saling menghormati adalah satu-satunya pilihan bagi AS.

Hubungan kedua negara sempat menunjukkan tanda-tanda deeskalasi pada pertengahan Juni melalui penandatanganan nota kesepahaman penghentian permusuhan, menyusul rangkaian serangan saling balas yang dimulai sejak 28 Februari. Namun, kesepakatan tersebut runtuh setelah kedua pihak kembali terlibat aksi saling serang.

Saat ini, Washington memilih untuk tidak melakukan permusuhan aktif secara militer, melainkan mengintensifkan tekanan finansial secara berkelanjutan. Strategi ini dirancang untuk menciptakan kesulitan ekonomi yang signifikan bagi Teheran guna mendorong penyelesaian konflik melalui jalur ekonomi. (Sputnik/Ant/I-1)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |