AS dan Korsel Perkuat Kerja Sama Hadapi Ancaman Nuklir Korea Utara

4 weeks ago 6
AS dan Korsel Perkuat Kerja Sama Hadapi Ancaman Nuklir Korea Utara Ilustrasi.(Magnific)

AMERIKA Serikat (AS) dan Korea Selatan sepakat untuk mempertahankan komunikasi serta kerja sama erat guna menangani persoalan nuklir Korea Utara. Langkah ini diambil sebagai upaya mendorong terciptanya perdamaian berkelanjutan di Semenanjung Korea.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam percakapan telepon antara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio dan Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun pada Senin (24/8). Berdasarkan laporan Kantor Berita Yonhap yang mengutip keterangan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, kedua pihak menekankan pentingnya koordinasi strategis terkait program nuklir Pyongyang.

"Menteri dan sekretaris sepakat untuk melanjutkan komunikasi dan kerja sama yang erat antara Korea Selatan dan AS untuk perdamaian di Semenanjung Korea dan penyelesaian masalah nuklir Korea Utara sambil mempertahankan postur pertahanan gabungan yang solid," tulis pernyataan resmi tersebut sebagaimana dilansir Anadolu, Selasa (25/8).

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, dalam pernyataan terpisah menyatakan bahwa Rubio menekankan perlu kedua negara terus berkoordinasi dalam berbagai persoalan krusial bagi aliansi Washington dan Seoul. Meski demikian, baik pihak Seoul maupun Washington tidak secara spesifik menyebutkan istilah denuklirisasi dalam keterangan resmi mereka kali ini.

Peluang Dialog Trump-Kim

Dalam pembicaraan tersebut, Menlu Cho Hyun menyatakan kesiapan pemerintah Korea Selatan untuk membantu memastikan pesan Presiden AS Donald Trump kepada Korea Utara dapat membuka jalan bagi dimulainya kembali dialog diplomatik. Langkah ini diharapkan menjadi titik balik bagi stabilitas kawasan.

Pernyataan Cho merujuk pada komentar Trump pekan lalu yang menyatakan harapan untuk kembali bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir tahun ini. Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa Trump tengah berupaya mengatur pertemuan tersebut, yang kemungkinan berlangsung di sela-sela perjalanan dinas ke Asia, termasuk saat KTT APEC di Shenzhen, Tiongkok, pada November mendatang.

Pertemuan ini dinilai berpotensi menjadi perkembangan signifikan setelah hubungan kedua negara sempat diwarnai ketegangan tinggi akibat uji coba rudal dan program nuklir Korea Utara dalam beberapa tahun terakhir.

Perluasan Kerja Sama Bilateral

Selain fokus pada isu Semenanjung Korea, Rubio dan Cho juga membahas penguatan hubungan bilateral di sektor ekonomi dan keamanan. Keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama guna mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan pada sejumlah isu sensitif.

Beberapa poin yang dibahas meliputi:

  • Penyesuaian tarif perdagangan.
  • Perjanjian investasi bilateral.
  • Penguatan kerja sama pertahanan regional.
  • Upaya pemulihan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

Pembahasan ini menegaskan bahwa aliansi AS-Korea Selatan kini tidak hanya berfokus pada ancaman militer Korea Utara, tetapi juga mencakup agenda geopolitik global dan stabilitas ekonomi di kawasan Asia Timur. (I-2)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |