AS Tegaskan Dukungan untuk Pemerintah Yaman di Tengah Eskalasi Houthi

3 days ago 3
AS Tegaskan Dukungan untuk Pemerintah Yaman di Tengah Eskalasi Houthi Houthi Yaman.(Xinhua)

OTORITAS Amerika Serikat (AS) kembali menyatakan dukungannya kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional di tengah meningkatnya pertempuran antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan kelompok Houthi.

Pernyataan Washington tersebut disampaikan pada Rabu (16/9) ketika pertempuran di sejumlah wilayah Yaman dilaporkan kembali meningkat. Di tengah dukungan AS terhadap pemerintah Yaman, sejumlah pejabat Amerika juga disebut melakukan komunikasi langsung dengan perwakilan Houthi di Oman pada akhir pekan lalu.

Menurut tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut dan berbicara kepada Reuters secara anonim, pertemuan antara pejabat AS dan perwakilan Houthi berlangsung di Kedutaan Besar AS di Muscat. Pertemuan tersebut disebut difasilitasi oleh pemerintah Oman.

Dalam pembicaraan itu, perwakilan Houthi menyampaikan kepada pejabat AS bahwa kelompok tersebut tidak memiliki niat untuk menyerang kapal-kapal Amerika. Houthi juga disebut menyatakan komitmennya terhadap gencatan senjata yang disepakati dengan AS pada 2025.

Di sisi lain, Amerika tetap memberikan dukungan diplomatik kepada pemerintah Yaman. Diplomat senior AS untuk Yaman, Neil Hop, menyampaikan kepada Menteri Luar Negeri Yaman Afrah al-Zouba bahwa Washington masih memberikan dukungan kuat kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Kedutaan Besar AS di Yaman menyampaikan pernyataan tersebut melalui media sosial.

"Amerika Serikat berdiri dalam solidaritas dengan pemerintah Yaman dan rakyatnya melawan agresi Houthi yang didukung Iran," kata kedutaan besar tersebut, mengutip Hop dalam sebuah unggahan di X.

Arab Saudi Minta Bantuan Pertahanan Udara

Meningkatnya serangan Houthi juga dilaporkan menekan kemampuan pertahanan udara Arab Saudi. Dua pejabat yang berbicara kepada Associated Press mengatakan Riyadh mengalami kekurangan pencegat rudal dan telah meminta bantuan sejumlah negara sekutu.

Arab Saudi disebut meminta Prancis, Pakistan, Mesir, dan Inggris untuk memberikan dukungan pertahanan udara guna membantu menghadapi serangan Houthi. Salah satu pejabat mengatakan Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama sekaligus pemasok senjata penting bagi Arab Saudi, juga menghadapi penurunan persediaan pencegat rudal setelah terlibat dalam perang dengan Iran.

Juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Tim Hawkins mengatakan kepada Al Jazeera, Kamis (17/9) bahwa militer Amerika terus mengikuti perkembangan konflik tersebut. AS memantau dengan cermat situasi antara Houthi dan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi, kata Hawkins.

Ia juga menambahkan bahwa militer AS memiliki hubungan militer yang sudah lama dengan mitra Saudi kami, dan Anda melihat hal itu terwujud hari ini. Meski Washington memperlihatkan dukungan terhadap operasi yang dijalankan koalisi pimpinan Saudi, komunikasi dengan Houthi tetap berlangsung melalui jalur diplomatik di Oman.

Pertemuan langsung tersebut menunjukkan bahwa di tengah meningkatnya ketegangan di Yaman, Washington masih membuka jalur komunikasi dengan kelompok Houthi.

Pertempuran di Sejumlah Wilayah Yaman

Sementara itu, pasukan pemerintah Yaman melaporkan adanya serangan terhadap posisi Houthi di sekitar kota pelabuhan Mocha di wilayah barat daya. Pasukan pemerintah mengatakan koalisi pimpinan Saudi menyerang sejumlah posisi dan peralatan militer Houthi di kawasan tersebut. Pemerintah Yaman juga melaporkan serangan menggunakan drone terhadap pasukan Houthi di Provinsi Marib, Yaman utara.

Pada Rabu malam, juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengklaim bahwa serangan udara Saudi berlangsung di sejumlah wilayah Yaman. "Pesawat tempur Saudi melancarkan 40 serangan udara yang menargetkan provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah selama 24 jam terakhir," kata Saree.

Houthi kemudian mengklaim melancarkan serangan balasan terhadap pangkalan udara Khamis Mushait serta fasilitas minyak di kota pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, yang berada di kawasan Laut Merah. Kelompok tersebut juga mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah jet tempur F-15 milik Arab Saudi di atas Provinsi Marib.

Menurut Houthi, pesawat tersebut ditembak menggunakan rudal permukaan-ke-udara buatan lokal. Klaim tersebut belum mendapatkan konfirmasi independen dalam laporan yang menjadi dasar informasi ini.

Koresponden Al Jazeera di Yaman, Yousef Mawry, mengatakan jatuhnya jet tempur Saudi, jika klaim tersebut terbukti, bisa jadi berarti perubahan keseimbangan kekuatan.

Penilaian itu didasarkan pada ketergantungan Arab Saudi terhadap kekuatan udara untuk melakukan serangan terhadap posisi Houthi di berbagai wilayah Yaman. Perkembangan tersebut berlangsung ketika konflik Yaman kembali mengalami eskalasi, sementara jalur diplomatik antara berbagai pihak masih terus berjalan. (Fer/P-3)

Read Entire Article
Perekonomian | Teknologi | Alam | Otomotif | Edukasi | Lifestyle |